Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Breaking News! Hilang di Air Terjun Paris Kayuuwi, Bocah 11 Tahun Masih Dicari Tim Gabungan Hingga Siang Ini

Lerby Fabio Tamuntuan • Minggu, 24 Mei 2026 | 13:33 WIB
PENCARIAN ORANG HILANG: Foto korban hilang dan personel gabungan saat melakukan pencarian, Minggu (24/5/2026).
PENCARIAN ORANG HILANG: Foto korban hilang dan personel gabungan saat melakukan pencarian, Minggu (24/5/2026).

MANADOPOST.ID—Operasi pencarian terhadap Queentania Makal (11), bocah asal Kecamatan Langowan Barat yang dilaporkan hilang di kawasan Air Terjun Paris, Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, masih terus dilakukan hingga Minggu (24/5/2026) siang.

Hingga pukul 14.00 WITA, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kawangkoan, Basarnas, BPBD Kabupaten Minahasa, unsur TNI, pemerintah desa, serta relawan masyarakat masih melakukan penyisiran di sejumlah titik sekitar lokasi kejadian.

"Ya, kami masih di lokasi kejadian melakukan pencarian bersama seluruh tim gabungan dan masyarakat setempat," sebut Kepala BPBD Minahasa Shandro Mogot kepada Manado Post.


Ditempat yang sama, Camat Kawangkoan Barat Heppy Lumintang mengatakan, seluruh unsur terus berupaya maksimal agar korban segera ditemukan.

“Pencarian dilakukan bersama tim gabungan dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi agar membantu memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (23/5/2026) sekira pukul 12.00 WITA. Saat itu, korban bersama tiga rekannya, yakni Vini, Kasih, dan Ley, berkunjung ke lokasi wisata Air Terjun Paris di Desa Kayuuwi.

Setibanya di lokasi, Queentania berjalan lebih dulu menuju jalur menuju air terjun pertama. Korban kemudian berlari ke arah Air Terjun Paris melalui jalur kiri meski sempat diperingatkan rekannya, Ley, agar tidak turun ke lokasi tersebut.

Namun, korban tetap melanjutkan langkahnya hingga akhirnya terjatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar 10 meter dan sempat terduduk di atas batu di pinggir sungai.
Ley yang berada di belakang korban sempat menanyakan kondisi Queentania. Korban diketahui masih sempat menjawab bahwa telepon genggam miliknya rusak.

Ley kemudian meminta korban tetap berada di tempat sambil dirinya mencari jalan lain untuk turun dan menolong. Namun saat kembali ke lokasi, korban sudah tidak ditemukan.

Ley kemudian memanggil-manggil nama korban, tetapi tidak mendapat jawaban. Ia akhirnya kembali ke atas dan memberitahukan kejadian tersebut kepada dua rekannya.

Sekira pukul 13.00 WITA, ketiga remaja tersebut bertemu warga Desa Kayuuwi dan melaporkan kejadian itu. Warga kemudian bersama-sama turun ke lokasi untuk melakukan pencarian awal, namun korban belum berhasil ditemukan.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Pemerintah Desa Kayuuwi, Camat Kawangkoan Barat, hingga pihak kepolisian. Aparat desa bersama masyarakat langsung turun membantu pencarian hingga malam hari.

Namun, sekira pukul 18.00 WITA, pencarian sementara dihentikan karena kondisi mulai gelap dan hujan turun di kawasan lokasi wisata.
Keluarga korban yang datang ke lokasi juga mendapat pendampingan dari pemerintah desa dan pihak kepolisian.

Pada malam harinya, BPBD Kabupaten Minahasa tiba di posko penyelamatan di rumah Hukum Tua Desa Kayuuwi dan memimpin rapat koordinasi bersama pihak kecamatan, Basarnas, Damkar Minahasa, Polsek Kawangkoan, serta unsur terkait lainnya.

Dari hasil rapat tersebut disepakati bahwa operasi pencarian dilanjutkan pada Minggu pagi dengan melibatkan tim gabungan dan masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian dan semangat gotong royong membantu korban dan keluarga. Hingga saat ini pencarian terus dimasifkan disekitaran lokasi kejadian.(ler)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
#kawangkoan barat #Kabupaten Minahasa #Anak Hilang #air terjun #Orang Hilang