MANADOPOST.ID—Di tengah dinamika Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Tonsea Lama, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, satu nama kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Nama itu adalah Joyce Agustustine Wenas, sosok perempuan yang pernah memimpin desa tersebut selama dua periode dan kini kembali maju dengan semangat pengabdian yang belum selesai.
Bagi sebagian warga Tonsea Lama, Joyce bukan sekadar calon Hukum Tua. Ia adalah figur yang pernah hadir dalam berbagai proses pembangunan desa, mendengarkan keluhan masyarakat, serta berupaya menghadirkan perubahan di tengah keterbatasan yang ada.
Di usianya yang menginjak 58 tahun, Joyce memilih kembali memasuki arena Pilhut. Keputusan itu bukan lahir dari ambisi pribadi semata, melainkan dari dorongan masyarakat yang menginginkan keberlanjutan pembangunan dan kepemimpinan yang telah mereka kenal.
“Saya memutuskan untuk kembali mencalonkan diri bukan tanpa alasan. Salah satu dorongan terbesar datang langsung dari masyarakat yang menyampaikan kerinduan mereka terhadap pola kepemimpinan yang pernah saya jalankan sebelumnya,” ungkap Joyce.
Perjalanan panjangnya dalam pemerintahan desa menjadi modal berharga. Ia pernah menjabat sebagai Hukum Tua Desa Tonsea Lama selama dua periode, dari tahun 2008 hingga 2017. Dalam rentang waktu tersebut, berbagai program pembangunan dijalankan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Namun bagi Joyce, masih ada pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya tuntas. Itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan kuat dirinya kembali maju.
“Saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan berbagai program pembangunan yang sempat tertunda dan belum dapat diwujudkan secara maksimal,” katanya.
Jika terpilih nanti, Joyce menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, masih terdapat sejumlah ruas jalan dan sistem drainase yang membutuhkan perhatian serius agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan nyaman.
Ia memahami betul bagaimana kondisi tersebut kerap menjadi keluhan warga, terutama saat musim hujan tiba. Genangan air yang muncul di beberapa titik sering mengganggu mobilitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.
“Pembangunan infrastruktur yang merata adalah fondasi utama bagi kemajuan desa. Jalan yang baik akan memperlancar akses ekonomi warga, sedangkan sistem drainase yang memadai akan membantu mengatasi persoalan genangan air,” ujarnya.
Namun perhatian Joyce tidak hanya tertuju pada pembangunan fisik. Ia juga memandang pendidikan sebagai investasi terbesar bagi masa depan desa.
Baginya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh bangunan dan fasilitas, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu program yang mendapat perhatian khusus dalam visi dan misinya.
“Pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib dan memajukan sebuah komunitas. Saya ingin memastikan anak-anak di Desa Tonsea Lama mendapatkan kesempatan belajar yang layak serta memiliki peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Di balik berbagai program yang ditawarkan, Joyce menyadari bahwa kepercayaan masyarakat adalah hal yang paling utama. Karena itu, ia menegaskan bahwa kepemimpinannya kelak akan dibangun di atas prinsip kebersamaan, transparansi, dan keadilan.
Menurutnya, seorang Hukum Tua bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga pelayan masyarakat yang harus mampu merangkul seluruh elemen desa tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.
“Saya datang bukan untuk memimpin atas nama pribadi, melainkan untuk melayani dan bekerja bersama seluruh warga Desa Tonsea Lama. Jika masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya, saya akan bekerja sekuat tenaga untuk mewujudkan harapan bersama,” tegasnya.
Kini, menjelang pelaksanaan Pilhut pada Rabu 17 Juni pekan depan, Joyce Wenas kembali menapaki jalan pengabdian yang pernah ia lalui. Terinformasi, kemenangan Joyce sudah didepan mata. Dengan pengalaman, rekam jejak kepemimpinan, serta dukungan masyarakat yang terus mengalir, ia membawa harapan untuk melanjutkan pembangunan dan menghadirkan Tonsea Lama yang semakin maju, tertata, dan sejahtera bagi seluruh warganya.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan