MANADOPOST.ID--Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak di Kabupaten Minahasa telah berlangsung sukses. Sebanyak 129 desa kini memiliki pemimpin baru yang akan memegang amanah selama delapan tahun ke depan. Para Hukum Tua (Kumtua) terpilih tinggal menunggu pelantikan yang direncanakan dilaksanakan pada Juli mendatang.
Meski pesta demokrasi telah usai, dinamika pasca Pilhut masih mewarnai kehidupan masyarakat. Perbincangan terkait hasil pemilihan masih terdengar dalam berbagai kesempatan, mulai dari acara suka maupun duka hingga media sosial. Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai hal yang lumrah dalam setiap proses demokrasi.
Bupati Minahasa, Dr Robby Dondokambey SSi MM MAP, mengingatkan para Hukum Tua terpilih agar segera mengakhiri segala perbedaan yang muncul selama kontestasi.
Menurutnya, setelah ditetapkan sebagai pemenang, tugas utama seorang pemimpin adalah merangkul seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik.
"Tugas para Hukum Tua terpilih nantinya adalah merangkul semua masyarakat dan bersama-sama membangun desa. Tugas pertama Hukum Tua terpilih, hilangkan perbedaan. Rangkul semua," tegas Bupati RD kepada Manado Post, Senin (22/6/2026).
Ia menilai, siapapun yang terpilih merupakan pilihan masyarakat yang harus dihormati bersama. Karena itu, para Hukum Tua diharapkan mampu menjadi pemimpin bagi seluruh warga, bukan hanya bagi kelompok pendukungnya.
Menurut Bupati, kepercayaan yang diberikan masyarakat juga harus dimaknai sebagai anugerah dari Tuhan yang wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para Kumtua terpilih pun diharapkan dapat membangun sinergi dengan pemerintah di semua tingkatan demi menghadirkan pembangunan yang merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Harus bersinergi dengan pemerintah, baik daerah hingga ke pusat. Fokus untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat," ujarnya.
Bupati RD berharap, kepemimpinan delapan tahun yang akan dijalani para Hukum Tua terpilih dapat menjadi momentum memperkuat persatuan di tengah masyarakat. Perbedaan pilihan yang sempat terjadi selama Pilhut hendaknya ditinggalkan, digantikan dengan semangat kebersamaan untuk mewujudkan kemajuan desa.
Dengan berakhirnya kontestasi Pilhut, masyarakat Minahasa kini diharapkan menatap masa depan dengan semangat baru.
Rekonsiliasi dan persatuan menjadi modal penting agar program pembangunan di desa dapat berjalan maksimal, sehingga cita-cita mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing dapat tercapai bersama.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan