MANADOPOST.ID — Upaya meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal terus dilakukan SMP Negeri 1 Pineleng.
Salah satunya melalui kegiatan Workshop Cerita Rakyat dan Lomba Bercerita Rakyat Minahasa yang melibatkan peserta didik, Jumat (14/08/26)
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan membaca, berbicara, berkomunikasi, berkreasi, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan cerita rakyat Minahasa.
Kepala SMPN 1 Pineleng Telma O Mawuntu SSi mendukung pelaksanaan kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat literasi sekaligus apresiasi terhadap budaya daerah.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan literasi, keterampilan berkomunikasi dan kreativitas peserta didik. Selain itu, kegiatan juga diharapkan meningkatkan apresiasi siswa terhadap budaya serta cerita rakyat Minahasa sebagai bagian penting dari upaya pelestarian budaya lokal," ungkap Mawuntu.
Dalam lomba bercerita, para peserta menunjukkan kemampuan masing-masing dalam menghidupkan cerita rakyat melalui teknik penyampaian, ekspresi dan komunikasi di hadapan dewan juri.
Dewan juri dalam kegiatan tersebut adalah Jenry John Arizon Koraag SS. Hasil perlombaan menetapkan Christabel Karunia Putri Runtukahu dari kelas 8A sebagai Juara 1, disusul Fikriansyah Ginoga dari kelas 7A sebagai Juara 2, dan Sharen Kelly Polii dari kelas 8B sebagai Juara 3.
Tokoh Masyarakat Kabupaten Minahasa Pnt Ronald Rori mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap program serupa tidak berhenti di tingkat sekolah.
Menurutnya, kegiatan peningkatan literasi dan penggalian potensi siswa seperti ini layak dilaksanakan secara rutin hingga tingkat Kabupaten Minahasa bahkan Provinsi Sulawesi Utara.
"Perlu digali potensi anak-anak dengan kegiatan seperti ini," ujar Rori yang juga Ketua Komisi P/KB GMIM Karunia Sea Satu ini.
Ia menilai cerita rakyat Minahasa memiliki nilai budaya dan pendidikan yang penting untuk dikenalkan kepada generasi muda.
"Melalui kegiatan bercerita, siswa tidak hanya dilatih tampil dan berkomunikasi, tetapi juga diajak mengenal identitas serta warisan budaya daerah," sambungnya.
Kegiatan ini dikoordinasikan Wakasek Kesiswaan Djoni Sumaraw SPd, dengan Ketua Panitia Wakasek Kurikulum Steryl Rambing SPd Gr.
Sementara penanggung jawab kegiatan dari unsur guru bahasa masing-masing Ledie Walukow SPd, guru Bahasa Inggris sekaligus Wakasek Humas; Christy Datu SPd, guru Bahasa Indonesia; serta Yefrina Lintan SPd, guru bahasa informasi. Seluruh guru SMPN 1 Pineleng turut terlibat sebagai anggota panitia.
Melalui kegiatan tersebut, SMPN 1 Pineleng menunjukkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun keberanian, kreativitas, kemampuan berkomunikasi serta kecintaan siswa terhadap budaya daerah.
Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin dan berkembang menjadi gerakan literasi berbasis budaya lokal, sehingga cerita rakyat Minahasa tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. (mpd)
Editor : Filip Kapantow