MANADOPOST.ID--Ada satu detik yang nyaris luput dari perhatian ribuan pasang mata di Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Senin (17/8/2026).
Di tengah khidmatnya Upacara Bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Minahasa, seorang anggota Paskibraka harus memastikan Sang Saka Merah Putih dikibarkan dalam posisi yang tepat.
Dialah Matthew Muntu Rikey Aguw, siswa SMA Negeri 3 Tondano yang dipercaya menjadi Komandan Kelompok 8 Paskibraka Minahasa.
Matthew menjadi salah satu dari tiga anggota Paskibraka yang mendapat kehormatan mengibarkan Bendera Merah Putih dalam upacara kenegaraan tersebut.
Namun, tugas mulia itu sempat menghadirkan momen menegangkan. Saat menerima Bendera Pusaka Merah Putih dari pembawa baki, posisi bendera sempat terbalik. Dalam situasi yang menuntut ketenangan dan ketelitian, Matthew tidak panik.
Dengan sigap, ia memutar posisi bendera hingga berada dalam posisi yang benar sebelum Sang Merah Putih dikibarkan ke angkasa.
Gerakan singkat itu mungkin hanya berlangsung dalam hitungan detik. Namun, di baliknya terdapat konsentrasi, latihan, tanggung jawab, sekaligus penghormatan terhadap simbol negara.
Putra pasangan Ivan Aguw dan Lievy Singal itu pun berhasil melewati momen tersebut dengan tenang hingga prosesi pengibaran bendera berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat.
Bagi Matthew, keberhasilan menjalankan tugas bukan semata-mata hasil dari latihan. Ia menyebut ada kekuatan doa dan dukungan keluarga yang turut mengiringi langkahnya.
"Saya bersyukur karena mendapat hikmat dari Tuhan Yesus. Sehingga kami semua Tim Paskibraka Minahasa Tahun 2026 boleh mampu menjalankan tugas yang sangat mulia. Mengibarkan Bendera Merah Putih di Kabupaten Minahasa," ungkap Matthew Aguw kepada Manado Post, Rabu (19/8/2026).
Rasa syukur itu kemudian ia lanjutkan dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama menjalani proses sebagai Paskibraka.
"Terima kasih juga semua doa dan supoort kepada kami. Terima kasih khusus kepada Mama dan Papa, Adik tercinta dan keluarga yang selalu mendukung Matthew," ucapnya.
Bagi seorang pelajar, menjadi bagian dari Paskibraka bukan sekadar berdiri tegap di hadapan masyarakat. Ada disiplin, ketahanan mental, ketelitian dan rasa tanggung jawab yang harus dijaga sejak masa latihan hingga tugas puncak di hari kemerdekaan.
Dan pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, Matthew bersama Tim Paskibraka Minahasa membuktikan bahwa sebuah tugas besar terkadang ditentukan oleh kemampuan menjaga ketenangan dalam satu detik yang menentukan.
Upacara Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Minahasa pun sukses terlaksana. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP memimpin jalannya upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Sam Ratulangi Tondano.
Di tengah berkibarnya Merah Putih, kisah Matthew menjadi salah satu cerita kecil yang memperlihatkan bahwa di balik sebuah upacara yang sempurna, ada kerja keras, ketelitian dan keberanian anak-anak muda yang berdiri di garis depan menjaga kehormatan Sang Saka.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan