MANADOPOST.ID--Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi melaksanakan kegiatan bertajuk “Pengelolaan Limbah Peternakan Babi untuk Lingkungan Bersih dan Penerimaan Sosial” di Balai Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Jumat (4/9/2026) lalu.
Kegiatan PKM dilaksanakan oleh Dr. Ir. Nansi Margret Santa, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng. dan Dr. Ir. Jolyanis Lainawa, M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh tim dosen serta mahasiswa Program Sarjana Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi.
Kegiatan yang diikuti oleh 10 peternak babi Desa Kamangta tersebut dihadiri dan sekaligus dibuka oleh Hukum Tua Desa Kamangta.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengelolaan limbah peternakan secara sederhana sekaligus memperkuat penerapan prinsip One Health dan biosekuriti.
Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan, peternak didorong untuk membangun pola pikir bahwa keberhasilan usaha peternakan tidak hanya ditentukan oleh tingkat produksi, tetapi juga oleh kesehatan ternak, kesehatan peternak, kebersihan lingkungan, dan penerimaan masyarakat di sekitar lokasi kandang.
Penerapan prinsip tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit dan gangguan lingkungan serta mendukung keberlanjutan usaha dan peningkatan pendapatan peternak.
Salah satu teknologi sederhana yang diperkenalkan adalah pemisahan kotoran padat sebelum pencucian kandang. Kotoran padat terlebih dahulu diangkat dari lantai kandang agar tidak langsung bercampur dengan air pencucian dan mengalir ke lingkungan.
Untuk mendukung penerapan teknologi tersebut, Tim PKM memberikan bantuan berupa gerobak dorong, sekop, dan terpal yang digunakan untuk mengangkat, memindahkan, mengumpulkan, serta menutup kotoran padat dari kandang babi.
Selain pengelolaan limbah, peternak juga diperkenalkan dengan penggunaan insect net sebagai bagian dari penerapan biosekuriti untuk membantu melindungi ternak dari lalat dan serangga yang berpotensi menjadi vektor penyakit.
Rangkaian kegiatan PKM ini masih berlangsung hingga Oktober 2026. Pengadaan insect net masih dalam proses pemesanan dan direncanakan akan diserahkan kepada peternak paling lambat pada Oktober 2026 sebagai bagian dari paket teknologi yang diberikan oleh Tim PKM.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peternak menerapkan pengelolaan limbah dan biosekuriti secara konsisten sehingga tercipta usaha peternakan babi yang lebih sehat, bersih, ramah lingkungan, dan dapat diterima oleh masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan peternak rakyat, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian dan proses transfer pengetahuan kepada masyarakat.(*)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan