Musdes Kamangta Satukan BPD, Pemerintah, Warga, Akademisi dan Perantau

Lerby Fabio Tamuntuan • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 19:54 WIB
PERKUAT PERSATUAN: Musdes yang melibatkan Pemerintah, BPD, Perantau, dan Masyarakat di Desa Kamangta.
PERKUAT PERSATUAN: Musdes yang melibatkan Pemerintah, BPD, Perantau, dan Masyarakat di Desa Kamangta.

MANADOPOST.ID--Musyawarah Desa tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan usulan pembangunan, tetapi juga dapat menjadi tempat mempertemukan berbagai kekuatan yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan desa. 

Semangat inilah yang terlihat dalam Simulasi Musyawarah Desa Jumat, (18/9/2026) di Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, yang dipimpin Ketua BPD Joutje Worotikan dan Sekertaris BPD Margaritha Siwi Moningka ini menghadirkan unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, praktisi, serta para perantau asal Kamangta.

Kegiatan turut dihadiri Camat Tombulu Deusdedit T. Telaumbanua, S.Pt., Kepala Bidang Kelembagaan Dinas PMD Provinsi Sulawesi Utara, selaku praktisi dari Pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (APEBNAS Sulut), Jones Oroh, S.Sos., M.Si.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkaya diskusi melalui perspektif pemerintahan, kelembagaan desa, pengalaman praktis, dan akademik.

Masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan, potensi, ide, dan gagasan pembangunan. Keterlibatan para perantau asal Kamangta yang telah berkiprah di luar desa menjadi salah satu hal yang menarik. 

Mereka merupakan potensi desa yang dapat berkontribusi melalui pemikiran, pengalaman, jejaring, ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun dukungan material.

Semangat tersebut terlihat dari kehadiran Ir. Novly Wowiling, M.Si., salah seorang perantau Kamangta, yang memberikan dukungan berupa 50 sak semen untuk membantu penyelesaian pembangunan Balai Desa Kamangta. 

Kontribusi ini menjadi contoh nyata bahwa ketika ruang partisipasi dibuka, Musyawarah Desa dapat menghasilkan manfaat yang tidak berhenti pada gagasan dan usulan.

“Perantau adalah bagian dari potensi Desa Kamangta. Mereka dapat berkontribusi melalui ide, pengetahuan, pengalaman, jejaring, bahkan dukungan material sesuai kemampuan untuk bersama-sama membangun desa," ujar Dr Welly Waworundeng SSos MSi selaku Akademisi Fisip Unsrat dan Ketua Tim PKM Unsrat dalam Simulasi Musyawarah Desa yang digelar di Kamangta.

Simulasi Musdes Kamangta memperlihatkan bahwa pembangunan desa dapat diperkuat melalui gotong royong masyarakat, sinergi pemerintah, kontribusi akademisi dan praktisi, serta kepedulian para perantau. 

Forum ini sekaligus menjadi ruang untuk menjaga hubungan dengan warga Kamangta yang berada di luar daerah agar tetap terlibat dalam pembangunan kampung halaman.
Dari Kamangta, semangat itu mulai diwujudkan—dari gagasan menjadi aksi, dari partisipasi menjadi kontribusi nyata.(ler)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
Welly Waworundeng Musyawarah Desa Desa Kamangta Novly Wowiling BPD