Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Legenda Mpu Tantular, Sang Pengarang Kitab Sutasoma

Jendry Dahar • Senin, 5 Agustus 2024 | 22:36 WIB

 

Photo
Photo

 

 

MANADOPOST.ID—Kitab Sutasoma Karangan Mpu Tantular begitu melegenda. Kisahnya terus dibicarakan hingga kini.

 

Tapi tahukah MPeople, semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sudah ada dalam kitab milik Mpu Tantular? Simak ini!

 

Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu adalah semboyan yang menjadi moto bangsa Indonesia karena melambangkan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indoensia.

 

Semboyan ini sudah ada sejak dahulu kala dan terdapat dalam Kakawin atau Kitab Sutasoma yang dikarang oleh Mpu Tantular.

 

Kitab Sutasoma merupakan syair ditulis dalam bahasa Jawa kuno dengan aksara Bali pada abad ke-14. Adapun kutipan Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam petikan pupuh 139 bair 5 di Kitab Sutasoma. Kitab ini bercerita tentang seorang pangeran bernama Sutasoma yang berasal dari Negeri Hastinapura yang sedang menemukan makna hidup sesungguhnya.

 

Konon katanya ketampanan Sutasoma dianggap dianggap setara dengan Arjuna putra Pandu. Sang pangeran ini memilih untuk hidup sebagai pertapa dengan tujuan mencapai keutamaan hidup. Dalam kitab Sutasoma berisi banyak sekali pelajaran yang berharga, seperti mengajarkan toleransi antar umat beragama yang saat ini sudah mulai luntur di era modern.

 

 

Kitab Sutasoma berisi tentang kisah Sutasoma sebagai titisan Sang Hyang Buddha untuk meneggakan dharma. Menurut buku Sejarah Sastra Jawa karya Purwadi (2005:36), di perjalanan menuju pertamaan, sang pangeran bertemu dengan raksasa berkepala gajar pemakan manusia dan ular naga. Si raksasa dan ular naga yang sebelumnya yang ingin memangsa Pangeran Sutasoma berhasil ditaklukkan setelah mendengar khotbah darinya tentang agama Buddha.

Sutasoma sempat mati karena bersedia menjadi mangsa harimau, tetapi kemudian Batara Indra datang dan menghidupkan Sutasoma kembali. Sata kembali ke Astina, Sutasoma akhirnya dinobatkan sebagai raja dengan gelar Prabu Sutasoma.

Adapun kutipan Bhineka Tunggal Ika yang terdapat dalam kitab Sutasoma berbunyi sebagai berikut.

Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa

Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen

Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal

Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa

Editor : Jendry Dahar
#mpu tantular