Perjalanan menuju pintu gerbang pendakian hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit menggunakan kendaraan. Dari sana, pendaki dapat memulai perjalanan menuju puncak yang memerlukan waktu sekitar 8 jam perjalanan.
Meskipun merupakan gunung berapi, Gunung Klabat saat ini sudah tidak aktif, menjadikannya aman untuk kegiatan pendakian.
Salah satu keunikan utama gunung ini terletak pada kawah yang berbentuk danau kecil dengan air yang sangat jernih.
Air di danau kawah ini memantulkan cahaya yang sangat indah, menambah pesona alam yang luar biasa di gunung ini.
Pendakian dimulai dari Airmadidi, sebuah kawasan yang terletak di kaki gunung. Selama perjalanan, pendaki akan melewati sekitar enam pos yang berbeda, masing-masing menawarkan pemandangan yang berbeda-beda, menciptakan pengalaman visual yang tak terlupakan.
Dari puncaknya, para pendaki dapat menikmati pemandangan perbukitan hijau yang menyejukkan mata dan laut yang membentang luas di kejauhan, memberikan sensasi ketenangan yang luar biasa.
Namun, meskipun Gunung Klabat menawarkan keindahan alam yang luar biasa, pendakian ke puncaknya bukan tanpa tantangan. Medannya yang cukup terjal menguji fisik dan mental pendaki, menjadikan perjalanan ini sangat menantang.
Meskipun demikian, keindahan alam yang ditawarkan di sepanjang perjalanan dan di puncak gunung membuatnya sangat sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
Nando Sigarlaki, seorang pendaki yang sudah beberapa kali mendaki Gunung Klabat, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama pendakian.
"Sampah harus dibawa pulang kembali. Menjaga kebersihan alam adalah tanggung jawab kita bersama agar keindahan alam ini bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Dan betapa pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam selama pendakian," ujarnya.(ryn)
Editor : Tanya Rompas