MANADOPOST.ID - Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki bentang wilayah cukup luas, memiliki luas wilayah mencapai 61.605,718 km², yang terbagi ke dalam beberapa kabupaten dan satu kota.
Keberadaan wilayah yang luas memberikan potensi besar bagi pengembangan berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga pertambangan. Morowali Utara, misalnya, dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang mendukung sektor industri dan pertambangan. Begitu juga dengan Kabupaten Banggai, yang memiliki peran penting dalam sektor kelautan dan perikanan, serta industri gas alam.
Dari data yang dirilis BPS Sulawesi Tengah melalui Provinsi Sulawesi Tengah dalam Angka 2024, Kabupaten Morowali Utara tercatat sebagai daerah terluas dengan luas 8.736,006 km², atau sekitar 14,18% dari total wilayah provinsi. Disusul Kabupaten Banggai dengan luas 8.252,882 km², yang mencakup 13,40% dari keseluruhan provinsi.
Sementara itu, daerah dengan luas wilayah terkecil adalah Kota Palu, ibu kota provinsi, dengan luas 356,351 km², yang hanya 0,58% dari total wilayah Sulawesi Tengah. Kota ini berperan sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, meskipun memiliki luas yang jauh lebih kecil dibandingkan kabupaten lainnya.
Kabupaten Poso juga menempati peringkat besar dalam hal luas wilayah, dengan total 7.545,930 km² (12,25%) dari keseluruhan provinsi. Kabupaten lainnya, seperti Parigi Moutong (9,42%) dan Tojo Una-Una (9,05%), juga memiliki wilayah yang cukup luas dan berkontribusi signifikan terhadap total luas provinsi.
Distribusi luas wilayah yang beragam di setiap daerah turut memengaruhi pola pembangunan dan tata ruang di Sulawesi Tengah. Daerah dengan cakupan wilayah luas cenderung memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan infrastruktur, transportasi, dan konektivitas antarwilayah. Sementara itu, daerah dengan cakupan lebih kecil, seperti Kota Palu, lebih berfokus pada optimalisasi ruang untuk aktivitas perkotaan dan layanan publik.
Dengan luas wilayah yang cukup besar, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Pemanfaatan ruang yang optimal, pembangunan infrastruktur yang merata, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan akan menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif bagi seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.(pr)
Editor : Pratama Karamoy