Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jumlah Penduduk Sulawesi Utara Tembus 2,7 Juta Jiwa, Apa Dampaknya?

Pratama Karamoy • Kamis, 13 Maret 2025 | 10:16 WIB
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara telah merilis data terbaru mengenai jumlah penduduk dan ketenagakerjaan di provinsi ini pada tahun 2025. Berdasarkan laporan tersebut, jumlah penduduk Sulawesi Utara mencapai 2.721.440 jiwa. Data ini memberikan gambaran tentang komposisi penduduk serta distribusi antara kota dan kabupaten.

Infografis
Infografis

Komposisi Penduduk Kota dan Kabupaten

Menurut laporan, 34,35% penduduk tinggal di wilayah kota, sementara 65,65% berada di kabupaten. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Sulawesi Utara masih menetap di daerah kabupaten, yang umumnya memiliki kawasan pertanian dan sumber daya alam yang melimpah. Ini menunjukkan bahwa urbanisasi di Sulawesi Utara masih terkendali dengan baik, dengan banyak penduduk tetap memilih tinggal di daerah yang lebih luas dan memiliki potensi sumber daya yang besar.

Banyak faktor yang menyebabkan ketimpangan jumlah penduduk antara kota dan kabupaten. Salah satunya adalah ketersediaan lapangan pekerjaan yang masih didominasi oleh sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan di wilayah kabupaten. Di sisi lain, sektor jasa dan industri lebih berkembang di daerah perkotaan seperti Manado, Bitung, dan Tomohon. Hal ini menjadikan kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, meskipun tetap lebih banyak penduduk yang bertahan di kabupaten.

Baca Juga: Perjalanan Panjang UMP Sulawesi Utara: Dari Ratusan Ribu ke Jutaan Rupiah

Laporan ini juga mengungkapkan bahwa rasio jenis kelamin penduduk Sulawesi Utara pada tahun 2025 adalah 104. Ini berarti terdapat 104 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di wilayah ini. Perbedaan rasio ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti migrasi tenaga kerja, angka kelahiran, serta tingkat kematian yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Fenomena ini bisa menjadi bahan kajian lebih lanjut mengenai distribusi tenaga kerja dan pola kehidupan sosial di Sulawesi Utara. Dengan lebih banyak laki-laki dibanding perempuan, beberapa sektor seperti industri perikanan dan perkebunan yang mayoritas dikerjakan oleh tenaga kerja laki-laki mungkin mengalami peningkatan tenaga kerja. Di sisi lain, peran perempuan dalam sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata juga terus berkembang, memberikan keseimbangan dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Perubahan komposisi penduduk tentu berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi, ketenagakerjaan, dan pembangunan infrastruktur. Dengan mayoritas penduduk berada di kabupaten, pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan transportasi yang merata. Selain itu, perkembangan kota juga tetap menjadi fokus agar dapat menampung peningkatan urbanisasi di masa depan.

Di sisi lain, dengan komposisi penduduk yang lebih banyak tinggal di kabupaten, perlu ada kebijakan strategis untuk menyeimbangkan pembangunan antara kota dan desa. Pemerintah diharapkan terus mendorong investasi di sektor pertanian modern, teknologi perikanan, dan agrowisata yang berpotensi besar di Sulawesi Utara.

Dengan keindahan alam Sulawesi Utara yang memikat, banyak penduduk dan wisatawan yang menikmati keindahan gunung serta panorama alam yang menenangkan. Seperti yang terlihat di berbagai tempat wisata, masyarakat setempat, termasuk para lansia dan pemuda, sering menghabiskan waktu bersantai sambil menikmati pemandangan yang menakjubkan. Hal ini mencerminkan budaya masyarakat yang erat dengan alam dan memiliki gaya hidup yang santai namun tetap produktif.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulut #Penduduk