MANADOPOST.ID - Jumlah pekerja migran asal Sulawesi Utara yang bekerja di luar negeri pada tahun 2024 tercatat sebanyak 714 orang. Dari jumlah tersebut, mayoritas memilih Hong Kong dan Singapura sebagai negara tujuan utama mereka.
Berdasarkan data dari BPS Sulut dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang diakses pada 25 Februari 2025, sebanyak 349 pekerja migran asal Sulawesi Utara bekerja di Hong Kong. Sementara itu, Singapura menjadi tujuan kedua terbanyak dengan jumlah 120 pekerja migran. Malaysia dan Jepang masing-masing menerima 60 dan 56 pekerja migran dari provinsi sulut.
Negara-negara lain seperti Taiwan (35 orang), Papua Nugini (34 orang), Arab Saudi (9 orang), Jerman (6 orang), serta Korea Selatan, Pulau Solomon, dan Kerajaan Inggris Raya serta Irlandia Utara masing-masing sebanyak 5 orang juga menjadi tujuan bagi pekerja migran asal Sulawesi Utara. Sementara itu, beberapa pekerja lainnya tersebar di Hungaria, Maladewa, Kroasia, dan Turki dengan masing-masing 3 orang.
Keberangkatan pekerja migran ini mencerminkan tingginya minat masyarakat Sulawesi Utara untuk mencari peluang kerja di luar negeri. Faktor utama yang mendorong mereka bekerja ke luar negeri antara lain kesempatan mendapatkan penghasilan lebih tinggi serta terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah asal.
Pemerintah diharapkan terus meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran, termasuk memberikan edukasi dan pelatihan keterampilan agar mereka lebih siap menghadapi tantangan di negara tujuan. Selain itu, penguatan kerja sama dengan negara tujuan juga perlu dilakukan guna memastikan perlindungan hak-hak pekerja migran asal Indonesia.
Dengan jumlah pekerja migran yang terus meningkat, diharapkan langkah-langkah strategis dapat dilakukan untuk memberikan kesejahteraan bagi mereka, baik sebelum keberangkatan, saat bekerja di luar negeri, maupun setelah kembali ke tanah air.(pr)
Editor : Pratama Karamoy