Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Menekan Kemiskinan di Sulawesi Utara, Akankah Program Pemerintah Berhasil?

Pratama Karamoy • Selasa, 18 Maret 2025 | 11:40 WIB
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Sulawesi Utara masih menghadapi tantangan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut yang dirilis melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, terdapat variasi signifikan dalam tingkat kemiskinan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Sulut.

Infografis
Infografis

Minahasa Tenggara tercatat sebagai daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi, mencapai 11,72 persen. Disusul oleh Bolaang Mongondow Selatan dengan angka 11,33 persen, serta Kepulauan Sangihe yang mencatatkan 10,84 persen. Sementara itu, beberapa daerah lainnya seperti Minahasa Selatan, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Talaud juga menunjukkan angka kemiskinan di atas 8 persen.

Di sisi lain, daerah dengan tingkat kemiskinan terendah adalah Kota Kotamobagu, yang hanya mencatatkan 5,12 persen. Tomohon dan Manado juga tergolong memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah dibandingkan daerah lainnya, masing-masing sebesar 5,38 persen dan 5,43 persen. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan kesejahteraan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Sulawesi Utara.

Provinsi Sulawesi Utara secara keseluruhan mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 7,25 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan beberapa daerah di sekitarnya, tetapi tetap menjadi tantangan yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah dan pemangku kebijakan.

Berbagai faktor memengaruhi tingkat kemiskinan di Sulawesi Utara, termasuk akses terhadap lapangan pekerjaan, kondisi infrastruktur, serta kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Kabupaten dan kota dengan angka kemiskinan tinggi umumnya memiliki keterbatasan dalam akses ekonomi dan sumber daya, sedangkan daerah dengan tingkat kemiskinan rendah cenderung memiliki infrastruktur yang lebih baik dan peluang ekonomi yang lebih luas.

Upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan oleh pemerintah daerah melalui berbagai program, seperti bantuan sosial, pelatihan keterampilan kerja, serta pembangunan infrastruktur yang lebih merata. Namun, tantangan dalam menurunkan angka kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama oleh pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan data tersebut, diharapkan ada langkah-langkah strategis yang lebih efektif dalam menangani kemiskinan di Sulawesi Utara. Peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan menjadi kunci utama untuk mengurangi kesenjangan ekonomi di Sulawesi Utara.

Editor : Pratama Karamoy
#kemiskinan #kesenjangan #Sulut