MANADOPOST.ID - Provinsi Sulawesi Utara mencatat peningkatan luas panen dan produktivitas padi pada tahun 2024. Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Provinsi Sulawesi Utara, total luas panen padi di seluruh kabupaten/kota mencapai 59.121,96 hektare, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 54.562,95 hektare. Peningkatan ini juga diikuti dengan produktivitas yang lebih tinggi, dari 43,65 kuintal per hektare pada 2023 menjadi 46,20 kuintal per hektare pada 2024.
Kabupaten Bolaang Mongondow masih menjadi daerah dengan luas panen terbesar, mencapai 34.513,37 hektare, dengan produktivitas meningkat dari 44,56 menjadi 47,38 kuintal per hektare. Minahasa, yang memiliki luas panen 6.582,74 hektare, juga mengalami peningkatan produktivitas dari 45,61 menjadi 48,02 kuintal per hektare. Selain itu, pertumbuhan juga terjadi di beberapa daerah lain, termasuk Bitung dan Kotamobagu, yang mencatat peningkatan signifikan dalam luas panen dan hasil panennya.
Fenomena ini menjadi kabar baik bagi petani dan pelaku industri pertanian di Sulawesi Utara. Dengan hasil panen yang meningkat, diharapkan kesejahteraan petani pun ikut terdongkrak. Pemerintah daerah terus mendorong berbagai inovasi dalam pertanian, termasuk penggunaan teknologi pertanian modern dan pendampingan bagi petani dalam meningkatkan efisiensi serta kualitas hasil panen mereka. Penerapan metode tanam yang lebih efisien, pemilihan bibit unggul, serta sistem irigasi yang lebih baik menjadi faktor utama dalam mendorong peningkatan produktivitas padi di wilayah ini.
Tak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, peningkatan hasil panen ini juga membuka peluang lebih besar bagi Sulawesi Utara untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat regional dan nasional. Dengan surplus produksi yang semakin tinggi, Sulawesi Utara memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat distribusi beras di kawasan timur Indonesia. Pemerintah provinsi pun tengah mempersiapkan strategi agar hasil panen yang melimpah dapat terserap dengan baik oleh pasar, termasuk dengan menjajaki peluang ekspor ke luar daerah.
Sejalan dengan pertumbuhan sektor pertanian, infrastruktur pendukung seperti jalan tani dan fasilitas pengolahan hasil pertanian juga terus diperbaiki. Investasi dalam sektor pertanian diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif, tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi perekonomian daerah secara keseluruhan. Dengan kerja sama antara petani, pemerintah, dan sektor swasta, Sulawesi Utara semakin mantap dalam memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung padi utama di Indonesia bagian timur.(pr)
Editor : Pratama Karamoy