Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Banyuwangi dan Malang Mendominasi Luas Wilayah di Jawa Timur Bagaimana Dampaknya terhadap Pembangunan dan Infrastruktur?

Tesalonika Pontororing • Rabu, 26 Maret 2025 | 10:55 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID - Provinsi Jawa Timur memiliki ketimpangan luas wilayah yang cukup signifikan antar kabupaten dan kota.

Berdasarkan data terbaru tahun 2024, Kabupaten Banyuwangi tercatat sebagai daerah dengan luas wilayah terbesar di provinsi ini, mencapai 7,48 persen dari total luas Jawa Timur. Sementara itu, Kabupaten Malang menempati posisi kedua dengan luas 7,23 persen.

Sebaliknya, beberapa daerah seperti Kota Mojokerto dan Kota Blitar memiliki luas yang jauh lebih kecil, bahkan di bawah 0,5 persen dari total provinsi.

Ketimpangan ini memberikan tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan, alokasi anggaran, serta pengelolaan sumber daya alam di setiap daerah.

Pentingnya Luas Wilayah dalam Pembangunan Daerah

Luas suatu daerah sangat memengaruhi berbagai aspek, terutama dalam pengembangan infrastruktur, sektor ekonomi, dan pengelolaan sumber daya alam.

Kabupaten dengan wilayah luas seperti Banyuwangi dan Malang memiliki potensi besar dalam pertanian, kehutanan, dan pariwisata.

Banyuwangi, misalnya, dikenal sebagai salah satu pusat agribisnis serta memiliki kawasan wisata alam yang luas, seperti Taman Nasional Alas Purwo dan Kawah Ijen.

Sementara itu, Kabupaten Malang tidak hanya berkembang dalam sektor pertanian, tetapi juga memiliki sektor pariwisata yang kuat dengan daya tarik seperti Kota Batu dan Gunung Bromo. Kedua daerah ini juga memiliki jaringan jalan yang luas, mendukung distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, daerah dengan luas kecil, seperti Kota Mojokerto dan Kota Blitar, memiliki keterbatasan dalam pengembangan sektor berbasis lahan, namun cenderung lebih maju dalam sektor perdagangan dan jasa.

Dengan wilayah yang lebih padat, pengelolaan tata ruang dan perumahan menjadi tantangan utama bagi pemerintah daerah.

Dampak terhadap Infrastruktur dan Pemerataan Pembangunan

Ketimpangan luas wilayah di Jawa Timur berimplikasi langsung pada pemerataan infrastruktur. Kabupaten dengan wilayah luas membutuhkan investasi lebih besar untuk pembangunan jalan, listrik, dan layanan publik agar dapat menjangkau seluruh wilayahnya.

Sebaliknya, kota-kota dengan luas kecil lebih cepat berkembang dalam pembangunan vertikal, seperti gedung perkantoran dan pusat bisnis.

Selain itu, dalam hal alokasi anggaran, pemerintah perlu mempertimbangkan faktor geografis agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan. Kabupaten dengan wilayah luas memerlukan dana lebih besar untuk transportasi dan fasilitas umum dibandingkan daerah yang lebih kecil namun padat penduduk.

Masa Depan Pembangunan Jawa Timur

Dengan perbedaan luas wilayah yang cukup besar antar kabupaten dan kota, strategi pembangunan di Jawa Timur harus mempertimbangkan karakteristik setiap daerah. Pemerintah daerah diharapkan bisa mengoptimalkan potensi wilayahnya masing-masing sesuai dengan keunggulan geografis yang dimiliki.

Kabupaten-kabupaten besar seperti Banyuwangi dan Malang harus tetap fokus pada sektor pertanian, kehutanan, dan pariwisata sebagai keunggulan utama. Sementara itu, daerah perkotaan seperti Kota Surabaya dan Kota Malang bisa terus mengembangkan sektor industri kreatif dan perdagangan.

Dengan perencanaan yang tepat, ketimpangan luas wilayah bukan menjadi hambatan, melainkan peluang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang di Jawa Timur.

Editor : Clavel Lukas
#Jawa Timur #malang #Banyuwangi