MANADOPOST.ID - Provinsi Banten mengalami peningkatan curah hujan yang sangat signifikan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jumlah curah hujan tahunan meningkat dari 1.766,60 mm pada 2023 menjadi 2.664,70 mm pada 2024.
Selain itu, jumlah hari hujan juga bertambah drastis, dari 170 hari pada 2023 menjadi 300 hari pada 2024. Hal ini menunjukkan bahwa hampir sepanjang tahun 2024, Banten diguyur hujan, yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat serta sektor pertanian dan infrastruktur.
Dari segi tekanan udara, perbedaan antara 2023 dan 2024 tidak terlalu mencolok. Tekanan udara minimum sedikit menurun dari 999,00 mbar menjadi 998,70 mbar, sementara tekanan udara rata-rata mengalami kenaikan tipis dari 1.005,29 mbar menjadi 1.005,52 mbar.
Menariknya, meskipun jumlah hari hujan meningkat, rata-rata harian penyinaran matahari justru mengalami kenaikan. Pada 2023, rata-rata durasi sinar matahari harian tercatat 3,74 jam, sedangkan pada 2024 naik menjadi 3,86 jam.
Prediksi Iklim 2025
Menurut prediksi BMKG, musim hujan di Banten pada 2025 diperkirakan mencapai puncaknya pada Januari hingga Februari, kemudian memasuki masa transisi ke musim kemarau pada April. Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juni hingga Agustus. Dengan tren curah hujan yang tinggi pada 2024, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan banjir serta perubahan pola cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Peningkatan jumlah hari hujan ini juga berpotensi mempengaruhi berbagai sektor, termasuk pertanian, yang bergantung pada pola musim yang stabil. Di sisi lain, masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir di daerah rawan.
Dengan tren perubahan iklim yang semakin terasa, BMKG terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca guna mengantisipasi dampaknya. (*)
Editor : Tanya Rompas