Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tren Iklim Banten 2024 dan Prediksi 2025: Curah Hujan Tinggi dan Tantangan Perubahan Cuaca

Jasinta Bolang • Kamis, 27 Maret 2025 | 23:37 WIB
Lanskap Kota Tangerang Selatan
Lanskap Kota Tangerang Selatan

MANADOPOST.ID - Banten mengalami perubahan iklim yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, curah hujan pada tahun 2024 mengalami lonjakan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tabel Jumlah Curah Hujan, Jumlah Hari Hujan, dan Rata-rata Penyinaran Matahari Menurut Bulan di Provinsi Banten, 2024
Tabel Jumlah Curah Hujan, Jumlah Hari Hujan, dan Rata-rata Penyinaran Matahari Menurut Bulan di Provinsi Banten, 2024

Hal ini menandakan adanya potensi tantangan cuaca ekstrem yang bisa terjadi pada tahun 2025.

Curah Hujan Meningkat, Hari Hujan Bertambah

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa curah hujan bulanan tertinggi terjadi pada bulan Maret dengan 447 mm, diikuti oleh November sebesar 464,3 mm dan Januari sebesar 430,5 mm.

Jumlah hari hujan juga mengalami peningkatan, terutama pada bulan Agustus, Oktober, dan Desember yang masing-masing memiliki 31 hari hujan. Artinya, hampir setiap hari terjadi hujan di bulan-bulan tersebut.

Sebaliknya, bulan dengan curah hujan paling rendah adalah Oktober dengan hanya 25,9 mm, diikuti oleh Mei dengan 57 mm. Ini menunjukkan adanya pola perubahan iklim yang cukup signifikan di mana musim kemarau dan musim hujan semakin ekstrem.

Dampak Terhadap Aktivitas Masyarakat dan Prediksi 2025

Dengan meningkatnya curah hujan dan jumlah hari hujan yang lebih panjang, beberapa sektor di Banten berpotensi mengalami dampak, seperti pertanian, infrastruktur, dan pariwisata. Hujan yang terus-menerus dapat menyebabkan banjir di beberapa wilayah, terutama di daerah dataran rendah.

Sementara itu, rata-rata durasi penyinaran matahari juga mengalami variasi yang cukup mencolok. Bulan Agustus menjadi bulan dengan penyinaran matahari tertinggi (6,5 jam per hari), sedangkan Desember memiliki penyinaran matahari terendah (2,7 jam per hari). Hal ini dapat berpengaruh pada sektor pertanian yang sangat bergantung pada sinar matahari.

Melihat tren ini, para ahli memperkirakan bahwa pola cuaca di tahun 2025 masih akan didominasi oleh curah hujan tinggi dan pergeseran musim yang tidak menentu. Oleh karena itu, mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi langkah yang sangat penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Langkah Antisipasi

Untuk menghadapi tren cuaca ekstrem ini, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat sistem drainase serta memperbanyak ruang hijau untuk mengurangi dampak buruk dari hujan deras yang terjadi secara terus-menerus.

Dengan pemantauan yang lebih intensif dan persiapan yang matang, diharapkan Banten bisa lebih siap menghadapi tantangan cuaca pada tahun 2025. (*)

Editor : Tanya Rompas
#curah hujan #2024 #prediksi cuaca #Banten #BMKG #Cuaca Ekstrem #2025