Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Petani Muda Sulut Beraksi! Panen Daun Bawang dan Bayam Meningkat

Pratama Karamoy • Jumat, 28 Maret 2025 | 10:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Sulawesi Utara terus menunjukkan perkembangan positif dalam sektor pertanian. Data terbaru tahun 2024 dari BPS Sulut mencatat peningkatan produksi bayam dan daun bawang di beberapa daerah, memberikan optimisme bagi petani dan pelaku usaha agribisnis di Sulut.

Photo
Photo

Luas lahan produksi daun bawang di Sulawesi Utara mengalami peningkatan dari 3.620,10 hektar pada tahun 2023 menjadi 3.749,60 hektar pada tahun 2024. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya area tanam di beberapa kabupaten, seperti Bolaang Mongondow yang naik dari 785 hektar menjadi 1.281,5 hektar dan Minahasa Selatan dari 1.976,7 hektar menjadi 2.049 hektar. Hal ini mencerminkan keberhasilan petani dalam menerapkan teknik pertanian yang lebih efektif dan dukungan dari pihak terkait.

Di sisi lain, beberapa daerah mengalami penurunan luas lahan, seperti Minahasa yang turun dari 87,00 hektar menjadi 36,90 hektar serta Bolaang Mongondow Timur yang mengalami penurunan dari 542,90 hektar menjadi 192 hektar. Meski demikian, secara keseluruhan, luas lahan produksi daun bawang di Sulawesi Utara tetap menunjukkan pertumbuhan positif, memberikan harapan bagi sektor pertanian di daerah tersebut.

Peningkatan luas lahan produksi tidak hanya di daun bawang, luas lahan produksi bayam juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Jika pada tahun 2023 total luas lahan produksi bayam hanya 2.317,50 hektar, maka pada tahun 2024 angka tersebut meningkat menjadi 2.634,00 hektar. Kenaikan ini didorong oleh perluasan lahan di beberapa wilayah, seperti Bolaang Mongondow yang melonjak dari 31 hektar menjadi 71.25 hektar serta Minahasa Utara dari 37 hektar menjadi 42 hektar.

Meskipun beberapa daerah seperti Tomohon mengalami penurunan luas lahan dari 498,80 hektar menjadi 366,00 hektar, namun secara keseluruhan, tren peningkatan ini memberikan optimisme bagi petani dan pelaku usaha agribisnis. Permintaan pasar yang terus meningkat turut menjadi faktor pendorong keberlanjutan produksi bayam di Sulawesi Utara.

Peningkatan luas lahan produksi ini tidak terlepas dari sejumlah faktor pendukung, termasuk kondisi cuaca yang lebih stabil, penerapan teknologi pertanian yang lebih modern, serta dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan bibit unggul dan pelatihan bagi petani. Kesadaran masyarakat terhadap konsumsi sayur sehat juga semakin meningkat, mendorong pertumbuhan pasar yang lebih luas untuk bayam dan daun bawang.

Dengan tren positif ini, para petani di Sulawesi Utara semakin bersemangat untuk terus mengembangkan hasil pertanian mereka. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus memberikan dukungan melalui berbagai program pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal maupun nasional.(pr)

 

Editor : Pratama Karamoy
#daun bawang #bayam #Sulut