MANADOPOST.ID - Perkebunan rakyat di Sulawesi Utara terus menunjukkan perkembangan menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara melalui BPS Sulut, produksi beberapa komoditas utama mengalami peningkatan yang signifikan.
Salah satu komoditas unggulan adalah kelapa, yang tetap menjadi primadona dengan produksi mencapai 264.676,61 ton pada 2024. Meski sedikit mengalami fluktuasi dari tahun sebelumnya, angka ini mencerminkan stabilitas produksi yang tinggi.
Komoditas lain yang mengalami lonjakan signifikan adalah kakao, yang meningkat drastis dari 5.487 ton pada 2023 menjadi 16.012,99 ton pada 2024. Kenaikan ini memberikan harapan besar bagi petani kakao di daerah tersebut.
Sementara itu, produksi kopi juga mengalami peningkatan luar biasa. Dari 3.727,59 ton pada 2023, angka produksi kopi pada 2024 melonjak menjadi 7.796,07 ton. Perbaikan teknik budidaya dan dukungan pemerintah dalam hal pelatihan serta akses pasar turut mendorong pencapaian ini.
Namun, komoditas lain seperti lada mengalami fluktuasi dengan data yang belum sepenuhnya tersedia untuk 2024. Beberapa tanaman seperti tebu dan tembakau masih belum tercatat produksinya dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, produksi pala dan cengkih juga menjadi sorotan. Pala mencatat kenaikan drastis menjadi 32.465,89 ton pada 2024, sementara cengkih melonjak luar biasa hingga 72.750,31 ton, menjadikannya salah satu komoditas paling menjanjikan di sektor perkebunan Sulawesi Utara.
Dengan tren pertumbuhan yang positif ini, para petani di Sulawesi Utara berharap dapat terus meningkatkan produksi serta memperluas pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.(pr)
Editor : Pratama Karamoy