Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dampak Nyata Perubahan Iklim, Tegal Makin Panas, Curah Hujan Berkurang

Fandy Gerungan • Rabu, 2 April 2025 | 14:22 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID--Iklim di Tegal mengalami berbagai perubahan dalam beberapa tahun terakhir, sebagaimana tercatat dalam data Stasiun Klimatologi Tegal dari tahun 2022 hingga 2024.

Berdasarkan pengamatan, terjadi variasi pada suhu, kelembaban, kecepatan angin, tekanan udara, serta curah hujan yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat dan sektor pertanian.

Suhu udara di Tegal menunjukkan tren kenaikan. Rata-rata suhu meningkat dari 27,9°C pada 2022 menjadi 28,5°C pada 2024, dengan suhu maksimum mencapai 33,0°C di tahun terakhir. Kenaikan ini menandakan adanya potensi pemanasan yang bisa mempengaruhi kenyamanan dan aktivitas masyarakat.

Kelembaban udara mengalami fluktuasi cukup signifikan. Pada 2022, rata-rata kelembaban berada di angka 80%, kemudian turun menjadi 77% di 2023, sebelum kembali turun ke 72% di 2024. Penurunan ini dapat berpengaruh pada kondisi pertanian, terutama tanaman yang memerlukan tingkat kelembaban tinggi.

Kecepatan angin rata-rata masih cukup stabil, berkisar 6-7 km/jam, meskipun kecepatan maksimum menurun dari 48 km/jam pada 2022 menjadi hanya 28 km/jam pada 2024. Sementara itu, tekanan udara juga cenderung stabil dengan rata-rata berkisar 1.009 - 1.011 mb.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah jumlah curah hujan yang mengalami penurunan signifikan. Dari 2.225 mm pada 2022, turun menjadi 1.333 mm pada 2023, sebelum sedikit meningkat ke 1.433 mm pada 2024.

Hal ini juga berdampak pada jumlah hari hujan yang berkurang dari 134 hari pada 2022 menjadi hanya 80 hari pada 2023, sebelum naik lagi ke 115 hari pada 2024.

Dengan berkurangnya curah hujan, durasi penyinaran matahari juga mengalami peningkatan. Dari 72% pada 2022 menjadi 78,6% pada 2023, meskipun sedikit turun ke 77% pada 2024. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan suhu dan penguapan air lebih cepat.

Data ini menunjukkan adanya pola perubahan iklim di Tegal yang bisa berdampak pada berbagai sektor, termasuk pertanian, kesehatan, dan lingkungan. Peningkatan suhu, penurunan curah hujan, serta berkurangnya kelembaban udara.

Ini menjadi indikator adanya perubahan iklim yang perlu diantisipasi. Masyarakat dan pemerintah daerah perlu memperhatikan tren ini untuk menyiapkan langkah-langkah adaptasi yang lebih baik. (*)

Editor : Clavel Lukas
#Perubahan Iklim #tegal #suhu