MANADOPOST.ID - Jumlah pelanggan listrik di Provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024. Berdasarkan data dari BPS dan PLN Wilayah VII Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 721.202 pelanggan, atau turun 11,27% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini mencerminkan berbagai kemungkinan faktor, mulai dari efisiensi konsumsi energi, migrasi pelanggan, hingga potensi dampak dari kondisi ekonomi atau transisi ke sumber energi alternatif.
Baca Juga: Perikanan Budidaya Sulawesi Utara Hasilkan Triliunan Rupiah!
Meskipun terjadi penurunan jumlah pelanggan, volume listrik yang terjual masih menunjukkan dinamika yang signifikan antar wilayah. Kota Manado mencatatkan konsumsi listrik tertinggi dengan total penjualan mencapai 590.665.844,49 kWh, jauh melampaui daerah lainnya di Sulawesi Utara.
Berikut ini adalah data lengkap penjualan listrik berdasarkan kabupaten/kota di Sulawesi Utara tahun 2024:
-
Manado: 590.665.844,49 kWh
-
Minahasa Utara: 335.241.901,70 kWh
-
Bitung: 315.111.474,39 kWh
-
Kotamobagu: 116.276.280,16 kWh
-
Minahasa Selatan: 113.341.319,89 kWh
-
Bolaang Mongondow: 70.817.487,59 kWh
-
Bolaang Mongondow Utara: 57.644.302,17 kWh
-
Kepulauan Sangihe: 53.906.981,03 kWh
-
Tomohon: 53.460.465,80 kWh
-
Minahasa Tenggara: 49.485.470,02 kWh
-
Minahasa: 47.975.984,94 kWh
-
Bolaang Mongondow Timur: 41.315.428,85 kWh
-
Kepulauan Talaud: 37.515.418,32 kWh
-
Kepulauan Sitaro: 25.745.900,08 kWh
-
Bolaang Mongondow Selatan: 25.299.686,33 kWh
Angka-angka ini menunjukkan kesenjangan konsumsi yang sangat mencolok antar wilayah. Kota Manado, sebagai ibu kota provinsi dan pusat kegiatan ekonomi serta pemerintahan, jelas memegang porsi terbesar dalam penggunaan energi listrik. Sementara itu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menjadi wilayah dengan konsumsi listrik terendah di Sulawesi Utara.
Baca Juga: Siapa Penghasil Udang dan Ikan Budidaya Terbesar di Sulawesi Utara? Yuk Intip Datanya
Data ini menjadi indikator penting bagi perencanaan pembangunan infrastruktur energi di masa depan, terutama dalam menyusun strategi distribusi dan pemanfaatan energi yang lebih merata di seluruh wilayah Sulawesi Utara.(pr)
Editor : Pratama Karamoy