Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Wisatawan Asing ke Sulawesi Utara: Siapa Yang Mendominasi?

Pratama Karamoy • Rabu, 9 April 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Di tengah euforia libur akhir tahun yang umumnya menjadi puncak kunjungan wisata, Provinsi Sulawesi Utara justru mencatat penurunan jumlah wisatawan asing pada akhir tahun. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah ini tercatat sebanyak 4.097 orang, mengalami penurunan sebesar 9,60% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat 4.532 kunjungan.

Penurunan ini cukup signifikan mengingat Desember biasanya menjadi bulan sibuk di sektor pariwisata karena bertepatan dengan musim liburan Natal dan Tahun Baru. Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika yang memengaruhi arus kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Utara, yang bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, perubahan tren perjalanan, hingga kebijakan negara asal wisatawan.

Photo
Photo

Meski terjadi penurunan secara total, data menunjukkan bahwa wisatawan asal Tiongkok tetap menjadi yang paling dominan dalam daftar kedatangan. Sebanyak 2.687 wisatawan dari negeri tirai bambu tersebut tercatat mengunjungi Sulawesi Utara pada Desember 2024. Jumlah ini mewakili lebih dari 65% total kunjungan wisatawan asing di bulan tersebut. Hal ini menandakan masih kuatnya daya tarik destinasi Sulawesi Utara bagi pasar wisata dari Tiongkok, terutama karena konektivitas langsung, kedekatan geografis, dan keunggulan objek wisata bahari seperti Taman Laut Bunaken.

Di peringkat berikutnya, wisatawan dari Malaysia tercatat sebanyak 356 orang, disusul oleh Singapura dengan 173 orang, Jerman sebanyak 117 orang, dan Amerika Serikat sebanyak 85 orang. Komposisi ini menggambarkan bahwa wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara masih mendominasi peringkat atas, meskipun wisatawan dari Eropa dan Amerika juga menunjukkan minat, walau dalam jumlah yang relatif kecil.

Baca Juga: UMKM Jadi Motor Penggerak Baru Ekonomi Sulawesi Utara, Simak Sebarannya!

Penurunan jumlah kunjungan ini dapat menjadi cerminan dari tantangan-tantangan yang sedang dihadapi sektor pariwisata Sulawesi Utara. Meski daerah ini menyimpan potensi luar biasa, terutama dari sisi keindahan alam, kekayaan budaya, dan keragaman atraksi wisata, namun persaingan antar destinasi semakin ketat. Wilayah-wilayah lain di Indonesia dan negara-negara tetangga juga gencar mempromosikan destinasi wisata mereka.

Di sisi lain, data ini juga membuka peluang untuk penguatan strategi promosi dan diversifikasi pasar wisata. Jumlah wisatawan dari negara-negara Barat yang masih tergolong rendah dapat menjadi ruang ekspansi bagi strategi promosi internasional. Diperlukan pendekatan baru dalam promosi pariwisata yang lebih menyesuaikan dengan preferensi dan kebiasaan wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Selain itu, peningkatan kualitas layanan wisata, kesiapan infrastruktur, serta penguatan kerja sama dengan maskapai penerbangan dan agen perjalanan luar negeri menjadi penting untuk menjaga bahkan meningkatkan angka kunjungan di masa mendatang.

Baca Juga: UMKM Merajai Sulawesi Utara, Di mana Industri Menengah dan Besar?

Meskipun Desember 2024 ditutup dengan penurunan kunjungan, Sulawesi Utara tetap menjadi destinasi yang menjanjikan di sektor pariwisata. Dengan fokus pada promosi yang lebih masif, pengembangan produk wisata baru, serta peningkatan pengalaman wisatawan, sektor ini diperkirakan akan bangkit kembali pada tahun 2025.

Dengan potensi wisata bahari kelas dunia, kuliner yang unik, serta kekayaan budaya lokal yang masih sangat autentik, Sulawesi Utara memiliki peluang besar untuk menjadi magnet wisatawan asing di masa depan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulut #Pariwisata #wisatawan #Wisman