MANADOPOST.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui data resmi tahun 2024 mencatat bahwa total panjang jalan di wilayah tersebut mencapai 10.509,28 kilometer, terdiri dari jalan beraspal, tidak diaspal, dan lainnya. Dari jumlah tersebut, 7.589,94 km (72%) adalah jalan beraspal, sementara 2.252,49 km (21%) belum diaspal, dan sisanya 666,86 km (7%) tergolong kategori permukaan lainnya.
Minahasa Jadi Wilayah dengan Jalan Terpanjang
Kabupaten Minahasa menjadi wilayah dengan panjang jalan terluas di Sulawesi Utara, yaitu mencapai 1.280,40 km, yang terdiri dari 954,63 km jalan beraspal, 151,16 km tidak diaspal, dan 174,61 km jenis lainnya. Kondisi ini mencerminkan luas wilayah dan kebutuhan infrastruktur transportasi yang tinggi di daerah tersebut.
Di sisi lain, Kota Kotamobagu mencatat panjang jalan paling pendek, hanya 433,96 km, dengan komposisi 237,86 km jalan beraspal dan sisanya didominasi jalan tidak diaspal serta jalan kategori lainnya.
Baca Juga: Pariwisata Bangkit! Kunjungan Turis ke Sulawesi Utara Terus Naik 3 Tahun Berturut-turut
Distribusi Kualitas Jalan Masih Belum Merata
Beberapa kabupaten masih memiliki proporsi jalan tidak diaspal yang tinggi. Contohnya, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memiliki 437,58 km jalan tidak diaspal, jumlah ini bahkan lebih besar dibanding jalan beraspalnya yang hanya 416,17 km. Sementara itu, Minahasa Tenggara juga memiliki 344,45 km jalan tidak diaspal dari total 1.018,93 km panjang jalan.
Sebaliknya, Kota Manado menunjukkan proporsi infrastruktur yang sudah sangat baik dengan 867,07 km dari total 907,61 km sudah beraspal. Ini menunjukkan bahwa kota besar cenderung memiliki infrastruktur yang lebih baik dibanding kabupaten terpencil atau kepulauan.
Baca Juga: Potret Ketimpangan Usaha Kuliner Sulawesi Utara di Kota dan Desa
Wilayah kepulauan seperti Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dan Kepulauan Talaud juga menghadapi tantangan dalam pembangunan jalan. Keduanya memiliki panjang jalan yang relatif pendek dan sebagian besar belum diaspal. Talaud misalnya, dari 473,21 km, hanya 354,82 km yang sudah beraspal.
Kondisi ini menunjukkan perlunya kebijakan afirmatif dari pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, terutama di wilayah dengan akses geografis yang sulit.(pr)
Editor : Pratama Karamoy