MANADOPOST.ID--Pada tahun 2025, jumlah penduduk Jawa Tengah diperkirakan mencapai 38,23 juta jiwa, naik dari 36,51 juta jiwa di tahun 2020. Artinya, provinsi ini mengalami laju pertumbuhan yang relatif stabil tapi konsisten. Rata-rata pertumbuhan tahunan berkisar sekitar 0,9%.
Meskipun terlihat kecil, angka ini menyimpan tantangan besar terutama dalam aspek penyediaan fasilitas umum, pekerjaan, dan perumahan.
Menariknya, tidak semua wilayah di Jawa Tengah mengalami lonjakan yang sama. Kabupaten Brebes tetap menjadi yang terbanyak penduduknya di antara 35 kabupaten/kota, dengan hampir 2,1 juta jiwa di tahun 2025, atau sekitar 5,5% dari total penduduk provinsi.
Di sisi lain, Kota Magelang menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit, hanya 122,67 ribu jiwa, yang artinya tak sampai 0,4% dari total penduduk Jateng. Kontras yang sangat mencolok, bukan?
Kalau berbicara soal kepadatan, maka gelar kota terpadat masih dipegang oleh Kota Surakarta dengan lebih dari 11 ribu jiwa per kilometer persegi.
Bisa dibayangkan, hampir setiap jengkal tanah di kota ini terisi oleh manusia. Bandingkan dengan Kabupaten Blora atau Kabupaten Wonogiri, yang masih memiliki kepadatan jauh lebih rendah—di bawah 1.000 jiwa/km².
Kepadatan ini menunjukkan bahwa urbanisasi masih terpusat di kota-kota besar, sementara beberapa daerah lainnya justru mulai ditinggalkan, atau kurang diminati untuk tempat tinggal.
Secara keseluruhan, rasio jenis kelamin di Jawa Tengah cukup seimbang, dengan jumlah laki-laki sedikit lebih banyak dibanding perempuan. Tahun 2025 mencatat sekitar 19,23 juta laki-laki dan 19 juta perempuan.
Beberapa daerah menunjukkan rasio yang nyaris 1:1, namun ada juga wilayah dengan ketimpangan ringan yang bisa disebabkan oleh faktor migrasi kerja dan pendidikan.
Data ini bukan sekadar angka ini cermin dinamika sosial kita. Pemerintah harus mampu mengatur strategi pembangunan yang tidak timpang, agar wilayah yang padat tidak semakin sesak, dan wilayah yang sepi tidak semakin tertinggal. Di sisi lain, masyarakat juga perlu sadar akan pentingnya mobilitas, kualitas hidup, dan kontribusi terhadap pembangunan lokal.
Dari padatnya Kota Solo sampai sunyinya Kota Magelang, dari sibuknya Brebes sampai lengangnya Blora Jawa Tengah adalah provinsi dengan seribu wajah. Dan setiap wajah itu punya cerita dan tantangannya sendiri. (*)
Editor : Clavel Lukas