MANADOPOST.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara merilis data terbaru mengenai kondisi jalan di seluruh kabupaten/kota pada tahun 2024. Berdasarkan data tersebut, dari total jalan yang tercatat, hanya 5.608,10 km (53%) yang berada dalam kondisi baik, sementara sisanya menunjukkan tingkat kerusakan yang mengkhawatirkan.
Jalan Rusak Berat Tembus 2.339 Km
Data menunjukkan bahwa 2.339,47 km atau 22% dari total panjang jalan di Sulut berada dalam kondisi rusak berat. Sementara itu, 818,20 km (8%) rusak ringan, dan 1.743,51 km (17%) berada dalam kondisi sedang.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa masih banyak ruas jalan di Sulawesi Utara yang membutuhkan perhatian serius, terutama terkait pemeliharaan dan pembangunan ulang jalan yang sudah tidak layak dilalui.
Bolaang Mongondow Timur Jadi Daerah dengan Jalan Rusak Berat Terbanyak
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur mencatat 416,22 km jalan rusak berat, angka tertinggi di antara seluruh wilayah Sulut. Ini menunjukkan perlunya intervensi infrastruktur di wilayah ini agar akses transportasi tidak terganggu.
Disusul oleh Minahasa Tenggara dengan 368,21 km, dan Bolaang Mongondow Selatan dengan 202,73 km jalan rusak berat. Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah agar lebih fokus pada rehabilitasi jalan, khususnya di wilayah-wilayah dengan kerusakan tinggi.
Minahasa dan Manado Dominasi Jalan Berkondisi Baik
Sebaliknya, daerah yang mencatat kondisi jalan terbaik adalah Kabupaten Minahasa dengan 763,60 km, disusul oleh Kota Manado dengan 621,48 km, dan Minahasa Tenggara dengan 530,40 km.
Ini mengindikasikan bahwa daerah-daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi atau pusat pemerintahan cenderung memiliki infrastruktur jalan yang lebih terawat dan representatif.
Baca Juga: Hotel Non Bintang Sulawesi Utara: Alternatif Nyaman dan Ramah di Dompet
Kesenjangan antarwilayah dalam kondisi jalan ini memperlihatkan bahwa masih terdapat tantangan besar dalam pemerataan pembangunan infrastruktur jalan. Wilayah kepulauan seperti Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe juga menghadapi kendala dengan banyaknya jalan dalam kondisi rusak atau rusak berat, seperti 182,17 km dan 210,03 km jalan kondisi sedang.
Kondisi ini menunjukkan perlunya dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi dalam bentuk anggaran dan percepatan pembangunan jalan di wilayah tertinggal dan sulit dijangkau.(pr)
Editor : Pratama Karamoy