MANADOPOST.ID - Bandara Internasional Sam Ratulangi kembali mencatat performa yang mencolok, kali ini melalui aktivitas bongkar muat bagasi yang tinggi sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut dalam Survei Transportasi Laut (SIMOPPEL), total volume bagasi yang ditangani mencapai lebih dari 15,8 juta kilogram, mencakup baik penerbangan domestik maupun internasional.
Volume Bongkar Muat Domestik Meroket
Untuk layanan domestik, volume bagasi yang dibongkar (unloading) mencapai 6.627.113 kg, sementara yang dimuat (loading) mencapai 6.415.902 kg sepanjang tahun. Ini menunjukkan aktivitas keluar-masuk kargo yang sangat seimbang, yang menjadi cerminan dari geliat ekonomi dan mobilitas logistik antardaerah di Indonesia, khususnya kawasan timur.
Desember 2024 menjadi bulan dengan aktivitas tertinggi, dengan total bongkar sebesar 740.075 kg dan muat 604.023 kg, sejalan dengan lonjakan pergerakan penumpang pada bulan yang sama. Sedangkan Juli 2024 menjadi bulan dengan aktivitas terendah: hanya 98.714 kg untuk bongkar dan 92.855 kg untuk muat, kemungkinan besar akibat pembatasan operasional sementara atau musim sepi.
Selain itu, Agustus hingga Oktober menunjukkan kestabilan tinggi dengan volume bulanan selalu di atas 600 ribu kg untuk bongkar dan muat, menjadikannya periode tersibuk kedua setelah akhir tahun.
Bagasi Internasional: Dominasi Pada Maret dan Konsistensi di Paruh Akhir Tahun
Untuk penerbangan internasional, total volume bagasi yang dibongkar sepanjang 2024 adalah 1.538.812 kg, sedangkan yang dimuat sebanyak 1.214.044 kg.
Bulan Maret 2024 menjadi sorotan dengan volume bongkar mencapai 192.148 kg dan muat 134.569 kg, tertinggi sepanjang tahun untuk kategori internasional. Hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh peningkatan pengiriman logistik dan perjalanan luar negeri pascapembukaan jalur-jalur baru.
Baca Juga: Kendaraan Bermotor Sulawesi Utara Tembus 1,2 Juta Unit, Siapkah Infrastruktur Pendukungnya?
Menariknya, pada Juli, volume internasional jatuh drastis ke hanya 19.899 kg (bongkar) dan 14.011 kg (muat) angka terendah sepanjang tahun. Ini menunjukkan bahwa Juli menjadi bulan tersepi baik dari sisi penumpang maupun kargo internasional.
Sebaliknya, bulan November dan Desember menunjukkan kebangkitan dengan volume stabil tinggi, sejalan dengan masa liburan akhir tahun dan aktivitas perdagangan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Tren ini menunjukkan bahwa Bandara Sam Ratulangi tak hanya berperan penting dalam mobilitas penumpang, tapi juga sebagai pusat distribusi logistik dan bagasi untuk kawasan Sulawesi Utara dan sekitarnya.
Para pelaku usaha logistik dan kargo dapat menjadikan data ini sebagai acuan untuk penjadwalan distribusi, ekspansi bisnis, dan penguatan konektivitas regional, mengingat peningkatan volume kargo menandakan peluang besar di sektor transportasi udara barang.
Pihak pengelola bandara diharapkan dapat terus memperkuat infrastruktur bongkar muat, memperluas gudang penyimpanan, dan mempercepat proses logistik agar tren positif ini dapat berlanjut dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas.(pr)
Editor : Pratama Karamoy