Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Distribusi Logistik Udara Sulawesi Utara Dipimpin Bandara Sam Ratulangi!

Pratama Karamoy • Senin, 14 April 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kinerja angkutan kargo Bandara Internasional Sam Ratulangi sepanjang tahun 2024 menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, dengan total volume kargo mencapai lebih dari 15 juta kilogram. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Survei Transportasi Laut (SIMOPPEL) menunjukkan bahwa bandara ini memainkan peran vital sebagai simpul distribusi logistik di kawasan timur Indonesia.

Photo
Photo

Kargo Domestik Mendominasi, Desember Cetak Rekor

Secara keseluruhan, kargo domestik mendominasi pergerakan, dengan volume bongkar (unloading) sebesar 10.874.883 kg dan muat (loading) sebesar 3.941.069 kg.

Desember 2024 mencatat volume tertinggi sepanjang tahun, dengan bongkar mencapai 1.420.145 kg dan muat 433.789 kg, menandakan lonjakan permintaan logistik menjelang akhir tahun yang biasanya dipicu oleh perdagangan musiman, belanja daring, dan distribusi bahan pokok serta barang konsumsi.

Sebaliknya, Juli 2024 menjadi bulan dengan aktivitas terendah, hanya 143.007 kg bongkar dan 40.612 kg muat. Penurunan tajam ini bisa mencerminkan musim sepi operasional atau peralihan rute distribusi logistik di tengah tahun.

Beberapa bulan lain yang menunjukkan aktivitas kargo tinggi adalah:

Kargo Internasional Masih Terbatas, Tapi Menjanjikan

Volume kargo internasional yang tercatat masih tergolong kecil, hanya 2.399 kg untuk bongkar dan 272.113 kg untuk muat. Namun, angka ini tetap signifikan sebagai indikator potensi pengembangan rute dan layanan ekspor-impor dari dan ke Sulawesi Utara.

Baca Juga: Bus Masih Langka, Transportasi Umum di Sulawesi Utara Perlu Perhatian Khusus

Bulan Januari mencatat aktivitas kargo internasional tertinggi dengan 1.500 kg bongkar dan 41.070 kg muat. Maret dan Mei juga menunjukkan pergerakan cukup aktif, masing-masing dengan lebih dari 35.000 kg muatan.

Namun, sejumlah bulan seperti Juli dan Oktober tidak mencatat aktivitas bongkar muat internasional sama sekali, menandakan masih terbatasnya penerbangan kargo lintas negara dari bandara ini.

Dengan total volume kargo domestik dan internasional sebesar 15.090.464 kg, Bandara Sam Ratulangi menunjukkan bahwa ia tidak hanya menjadi pintu masuk dan keluar penumpang, tetapi juga memiliki kapasitas besar untuk pertumbuhan sektor logistik dan ekspor regional.

Penguatan infrastruktur pendukung seperti terminal kargo, sistem distribusi terpadu, dan promosi jalur ekspor langsung dari Manado ke negara tujuan utama seperti Jepang, Singapura, atau Korea Selatan, akan mengakselerasi potensi ekonomi.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulut #ekspedisi #Kargo