MANADOPOST.ID – Infrastruktur jalan di Provinsi Banten masih menunjukkan ketimpangan dalam kualitas dan panjang jalan antar kabupaten/kota.
Berdasarkan data tahun 2024, total panjang jalan di seluruh Banten mencapai 856,99 kilometer, dengan mayoritas permukaan jalan berupa kategori "lainnya" seperti jalan berbatu, tanah, atau material non-aspal lainnya.
Kabupaten Serang mencatatkan total panjang jalan paling luas, yakni 229,90 km, dengan hanya 19,23 km di antaranya yang telah beraspal. Sementara itu, Kabupaten Lebak menjadi satu-satunya wilayah yang masih memiliki jalan tak beraspal dalam jumlah signifikan, yakni 11,63 km, dari total panjang jalan 199,71 km.
Pemerataan pembangunan jalan di wilayah kabupaten memang masih menjadi tantangan. Kabupaten Tangerang misalnya, hanya memiliki jalan beraspal sepanjang 8,37 km dari total 110,13 km, dan sisanya didominasi oleh kategori "lainnya" seperti jalan tanah atau kerikil sebesar 101,76 km.
Sementara itu, dari sisi kota, Kota Tangerang memiliki jalan beraspal sepanjang 26,33 km dari total 26,63 km, menunjukkan kondisi infrastruktur jalan kota yang relatif lebih baik dan teraspal. Kota Tangerang Selatan juga mencatat jalan beraspal sebanyak 35,73 km, dari total 46,54 km.
Secara keseluruhan, total jalan beraspal di Provinsi Banten tahun 2024 mencapai 210,21 km, sedangkan jalan tak beraspal tersisa 11,63 km, dan sisanya 635,16 km masuk dalam kategori permukaan lainnya.
Ketimpangan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian kota di Banten memiliki infrastruktur jalan yang cukup baik, namun banyak daerah di wilayah kabupaten masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam peningkatan kualitas jalan agar mobilitas dan aksesibilitas masyarakat lebih baik.
Pemerintah daerah dan provinsi diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan jalan, terutama dengan mengurangi jumlah jalan tak beraspal dan meningkatkan proporsi jalan yang layak serta aman digunakan, khususnya di wilayah-wilayah luar kota. (*)