Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Aktivitas Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas di DKI Jakarta, Dominasi Jakarta Timur, Ketimpangan Kepulauan Seribu

Deiby Rotinsulu • Kamis, 17 April 2025 | 15:02 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi.

MANADOPOST.ID— Data terbaru dari Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan dinamika menarik seputar aktivitas penduduk usia 15 tahun ke atas di wilayah ibu kota.

Informasi ini bukan hanya mencerminkan kondisi ketenagakerjaan saat ini, tetapi juga memberikan gambaran penting tentang distribusi kegiatan masyarakat produktif di tiap wilayah kota administratif Jakarta.

Dari hasil pengumpulan data, diketahui bahwa Jakarta Timur mendominasi jumlah penduduk usia kerja, diikuti oleh Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Wilayah ini menjadi pusat konsentrasi penduduk usia produktif, yang artinya memiliki potensi besar dalam menopang ekonomi lokal maupun regional.

Sebaliknya, Kepulauan Seribu tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas paling rendah.

Hal ini sejalan dengan karakteristik wilayah yang terdiri dari pulau-pulau kecil, dengan infrastruktur dan populasi yang lebih terbatas dibandingkan lima wilayah kota lainnya.

Penduduk usia kerja dibagi ke dalam dua kelompok besar: angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.

Angkatan kerja mencakup mereka yang saat ini bekerja maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan (pengangguran).

Sementara itu, bukan angkatan kerja terdiri dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, serta mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan ekonomi secara langsung.

Secara keseluruhan, proporsi angkatan kerja di Jakarta tetap mendominasi.

Jumlah penduduk yang bekerja sangat signifikan di hampir semua wilayah, menunjukkan bahwa daya serap pasar kerja di Jakarta masih cukup tinggi.

Namun, pengangguran juga menjadi tantangan yang nyata, terutama di wilayah-wilayah dengan jumlah penduduk padat seperti Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Di sisi lain, kategori bukan angkatan kerja memiliki porsi tersendiri, khususnya di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Wilayah ini diketahui memiliki konsentrasi pelajar dan kalangan non-aktif lainnya yang cukup besar, termasuk mahasiswa dan pensiunan.

Hal ini menandakan bahwa aktivitas ekonomi di dua wilayah ini tidak hanya digerakkan oleh tenaga kerja aktif, melainkan juga sektor pendidikan dan jasa.

Distribusi penduduk berdasarkan jenis kegiatan ini memberikan banyak catatan penting bagi perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan daerah.

Wilayah dengan jumlah angkatan kerja tinggi membutuhkan dukungan berupa penciptaan lapangan kerja, pelatihan vokasional, dan stimulus ekonomi yang tepat.

Sementara itu, wilayah dengan dominasi bukan angkatan kerja mungkin lebih memerlukan penguatan sektor pendidikan, pelatihan keterampilan, serta jaring pengaman sosial.

Perbedaan mencolok antara wilayah-wilayah di DKI Jakarta juga memperlihatkan ketimpangan yang masih harus ditangani secara serius.

Ketidakseimbangan ini berpotensi menimbulkan beban sosial dan ekonomi di masa mendatang apabila tidak ditanggapi secara komprehensif.

Dengan membaca data ini secara cermat, arah pembangunan Jakarta bisa diarahkan lebih presisi.

Pendekatan berbasis data menjadi landasan penting agar kebijakan daerah dapat menyasar kebutuhan nyata masyarakat sesuai kondisi wilayah masing-masing. (*)

Editor : Gregorius Mokalu
#Jakarta #Penduduk #dki #Usia #Aktivitas