Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jawa Barat Koleksi 57.274 Guru SMK, Didominasi Sekolah Swasta

Alfianne Lumantow • Jumat, 25 April 2025 | 13:24 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID- Pemerataan tenaga pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat masih menjadi tantangan besar.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik Jawa Barat, total jumlah guru SMK di seluruh provinsi pada tahun ajaran 2024/2025 mencapai 57.274 orang. Dari angka tersebut, hanya 18.326 guru yang mengajar di SMK negeri, sementara 38.948 lainnya bertugas di sekolah swasta.

Komposisi ini mengindikasikan bahwa lebih dari dua pertiga guru SMK di Jawa Barat bekerja di sekolah swasta. Fenomena ini bukan hanya mencerminkan ketergantungan sistem pendidikan kejuruan terhadap sektor non-pemerintah, tetapi juga memperlihatkan potensi ketimpangan kualitas layanan pendidikan antarwilayah dan antarsektor.

Kabupaten dan kota besar seperti Bandung dan Bekasi mencatat angka guru tertinggi. Di Bandung, tercatat 2.895 guru SMK untuk tahun ajaran 2024/2025, sementara Bekasi menempati posisi kedua dengan 3.342 guru.

Namun, tidak semua daerah menunjukkan angka yang menggembirakan. Kabupaten Pangandaran hanya memiliki total 640 guru SMK, dan Kota Banjar bahkan hanya mencatat 525 orang guru.

Wilayah seperti Garut, Indramayu, dan Karawang menunjukkan jumlah guru SMK yang tinggi, namun kembali didominasi oleh guru dari sekolah swasta. Di Kabupaten Garut misalnya, dari 3.359 guru SMK yang tercatat, sebanyak 2.176 di antaranya adalah guru swasta.

Hal ini menjadi indikasi bahwa sektor pendidikan swasta telah mengambil peran dominan dalam mendukung pendidikan vokasi, namun juga mengisyaratkan pentingnya intervensi dan dukungan pemerintah, terutama dalam hal perekrutan, distribusi, dan pengembangan kompetensi guru negeri.

Dari sisi pertumbuhan, jumlah guru SMK secara total justru mengalami penurunan dari tahun ajaran sebelumnya, yaitu dari 58.626 orang menjadi 57.274 orang di tahun ajaran 2024/2025.

Meski tidak terlalu signifikan, penurunan ini tetap menjadi sinyal penting bahwa sistem pendidikan kejuruan di Jawa Barat memerlukan perhatian serius, baik dari segi kebijakan maupun pembenahan sumber daya manusia.

Pemerataan guru tidak hanya menyangkut jumlah, tetapi juga berkaitan dengan kualitas dan spesialisasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ketidakseimbangan ini bisa berimplikasi pada kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi dunia kerja, terutama dalam bidang yang membutuhkan keahlian teknis tinggi.

Dengan kebutuhan industri yang terus berkembang dan tuntutan terhadap tenaga kerja terampil yang semakin kompleks, penting bagi Jawa Barat untuk memprioritaskan penguatan guru SMK, terutama di sekolah negeri dan wilayah dengan keterbatasan sumber daya.

Editor : Clavel Lukas
#Guru #SMK #jabar