MANADOPOST.ID - Sulawesi Utara mencatat tren positif dalam penanggulangan kemiskinan selama lima tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut yang dirilis dalam publikasi “Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka 2025”, jumlah penduduk miskin di provinsi ini terus mengalami penurunan sejak 2021 hingga 2024. Pada tahun 2020, penduduk miskin di Sulawesi Utara tercatat sebanyak 192,37 ribu jiwa, kemudian naik sedikit pada 2021 menjadi 196,35 ribu jiwa, namun setelah itu terus menurun menjadi 185,14 ribu jiwa pada 2022, 189 ribu pada 2023, dan turun kembali ke 186,85 ribu jiwa pada tahun 2024.
Penurunan ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan menunjukkan hasil, meski belum signifikan. Dibandingkan dengan provinsi lain di kawasan Sulawesi, posisi Sulawesi Utara cukup stabil.
Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sulawesi, Sulawesi Utara menempati posisi menengah dalam jumlah penduduk miskin. Provinsi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Sulawesi pada tahun 2024 adalah Sulawesi Selatan dengan 736,48 ribu jiwa, diikuti oleh Sulawesi Tengah (379,76 ribu jiwa), Sulawesi Tenggara (319,71 ribu jiwa), dan Gorontalo (177,99 ribu jiwa). Sementara Sulawesi Barat mencatatkan jumlah yang lebih rendah dari Sulut, yakni 162,19 ribu jiwa.
Dari sini terlihat bahwa meskipun Sulawesi Utara bukan provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di wilayahnya, namun posisinya belum termasuk dalam provinsi dengan jumlah penduduk miskin terendah secara nasional.
Tantangan ke Depan
Secara nasional, jumlah penduduk miskin di Indonesia terus mengalami penurunan dari 26,42 juta jiwa pada tahun 2020 menjadi 25,21 juta jiwa pada 2024. Penurunan ini merupakan hasil dari program penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta pulihnya kondisi ekonomi pascapandemi.
Baca Juga: Sempat Minus, Ini Dia Perjalanan Bangkitnya Ekonomi Sulawesi Utara
Namun demikian, Sulawesi Utara harus tetap waspada. Tren fluktuatif, khususnya kenaikan dari 2022 ke 2023 meski tipis menunjukkan bahwa faktor ekonomi makro dan sosial seperti inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga ketimpangan wilayah, masih bisa menjadi ancaman terhadap pencapaian target pengentasan kemiskinan.
Penting bagi pemangku kebijakan di Sulawesi Utara untuk terus memperkuat intervensi program sosial, membuka akses pekerjaan yang layak, serta memperluas jaringan perlindungan sosial yang efektif untuk mencegah penduduk rentan jatuh ke dalam kemiskinan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy