MANADOPOST.ID - Di tengah dominasi usia produktif dan tingginya angka partisipasi kerja di Provinsi Gorontalo, data terbaru dari BPS menunjukkan bahwa tidak kurang dari 280.338 orang penduduk usia 15 tahun ke atas belum termasuk dalam angkatan kerja. Mereka tergolong sebagai penduduk tidak aktif secara ekonomi, dan terbagi ke dalam beberapa kategori seperti masih sekolah, mengurus rumah tangga, atau terlibat dalam kegiatan lain.
96,87% Angkatan Kerja Sudah Bekerja
Dari total angkatan kerja sebesar 652.588 orang, sebanyak 632.184 orang tercatat bekerja. Ini berarti 96,87% angkatan kerja Gorontalo telah berhasil terserap ke dunia kerja. Capaian ini terbilang sangat tinggi secara nasional, menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dan sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja.
Namun demikian, fokus tidak bisa hanya tertuju pada mereka yang sudah bekerja. Masih ada kelompok besar warga yang berada di luar struktur angkatan kerja — sebuah tantangan sekaligus peluang bagi pembangunan berkelanjutan.
Siswa dan Ibu Rumah Tangga Dominasi Kelompok Nonaktif
Kategori bukan angkatan kerja sebagian besar terdiri dari siswa dan ibu rumah tangga. Tercatat:
-
71.823 orang masih menempuh pendidikan
-
172.122 orang mengurus rumah tangga
-
36.393 orang masuk dalam kategori “lainnya”
Kelompok usia 15–19 tahun adalah yang paling banyak tidak aktif secara ekonomi, dengan total 75.165 orang, dan mayoritas dari mereka (56.941 orang) masih sekolah. Ini menandakan bahwa sebagian besar remaja di Gorontalo masih dalam masa pendidikan, yang tentu saja merupakan indikator positif untuk pembangunan jangka panjang.
Baca Juga: Ini Daftar Lengkap UMP 2025 di 38 Provinsi: Cek Provinsimu!
Uniknya Lansia: 60 Tahun ke Atas Masih Produktif Tapi Banyak Juga yang Tidak Bekerja
Kelompok usia 60 tahun ke atas memperlihatkan pola ganda. Di satu sisi, mereka memiliki 69.981 orang yang masih bekerja, tapi juga menyumbang angka besar dalam kategori tidak aktif secara ekonomi: 54.718 orang, dengan 36.644 di antaranya mengurus rumah tangga dan 18.074 lainnya terlibat dalam aktivitas nonformal lainnya.
Fakta ini menunjukkan bahwa kelompok lansia tetap menjadi bagian penting dalam struktur ekonomi dan sosial, baik melalui pekerjaan formal maupun peran domestik.
Kelompok Usia 25–59 Tahun: Nyaris Seluruhnya Aktif Bekerja
Kelompok usia 25–59 tahun menunjukkan tren luar biasa dalam partisipasi kerja. Persentase mereka yang bekerja terhadap total angkatan kerja mendekati angka sempurna:
-
25–29 tahun: 95,22%
-
30–34 tahun: 97,21%
-
35–39 tahun: 98,46%
-
40–44 tahun: 99,04%
-
45–49 tahun: 99,54%
-
50–54 tahun: 99,20%
-
55–59 tahun: 99,63%
Data ini menunjukkan bahwa hampir seluruh warga usia produktif utama di Gorontalo terserap ke dalam dunia kerja, menjadikan kelompok ini sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Meski tingkat partisipasi kerja tinggi, masih ada ruang untuk mendorong inklusivitas ekonomi, terutama untuk:
-
Ibu rumah tangga yang ingin bekerja namun terkendala fasilitas atau akses
-
Warga usia lanjut yang butuh pekerjaan fleksibel atau wirausaha ringan
-
Kelompok remaja yang sedang menempuh pendidikan, melalui pelatihan atau magang
Dengan penguatan keterampilan, pelatihan berbasis komunitas, dan digitalisasi usaha kecil, jumlah penduduk tidak aktif bisa dikurangi secara bertahap.(pr)
Editor : Pratama Karamoy