Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jumlah SMK di Jakarta Bertambah, Jakarta Timur Jadi Pusat Pertumbuhan Terbesar pada 2024/2025

Deiby Rotinsulu • Rabu, 7 Mei 2025 | 13:26 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi.

MANADOPOST.ID- Pendidikan kejuruan di Provinsi DKI Jakarta menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama dalam hal jumlah satuan pendidikan.

Data terbaru yang dirilis dalam publikasi "Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2025" mencatat peningkatan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, baik di sektor negeri maupun swasta.

Pada tahun ajaran 2023/2024, jumlah total SMK di DKI Jakarta tercatat sebanyak 561 sekolah.

Jumlah ini mengalami peningkatan pada tahun ajaran 2024/2025 menjadi 556 sekolah secara total.

Meskipun angka tersebut mencerminkan penurunan tipis secara keseluruhan, namun data memperlihatkan dinamika perkembangan di masing-masing wilayah administrasi, terutama dalam perbandingan antara sekolah negeri dan swasta.

Jakarta Timur tercatat sebagai wilayah dengan pertumbuhan jumlah SMK paling menonjol.

Dengan total 182 sekolah pada tahun ajaran 2024/2025, wilayah ini menjadi pusat konsentrasi pendidikan kejuruan terbesar di ibu kota.

Lonjakan tersebut tidak terlepas dari tingginya kebutuhan akan pendidikan vokasi di kawasan timur Jakarta yang dikenal sebagai wilayah padat penduduk dan tengah berkembang pesat secara infrastruktur serta ekonomi.

Jakarta Selatan menempati posisi kedua dengan 121 SMK, mencerminkan penyebaran institusi pendidikan kejuruan yang cukup merata di wilayah tersebut.

Jakarta Barat menyusul dengan 110 sekolah, diikuti oleh Jakarta Pusat dengan 76, serta Jakarta Utara yang memiliki 75 sekolah.

Sementara itu, Kepulauan Seribu menjadi satu-satunya wilayah dengan angka yang stagnan, hanya memiliki satu SMK yang tidak mengalami perubahan sejak tahun sebelumnya.

Hal ini memperlihatkan keterbatasan sarana pendidikan kejuruan di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Jika dilihat berdasarkan status kepemilikan, sektor swasta mendominasi dengan jumlah 483 sekolah pada tahun ajaran 2023/2024 yang meningkat menjadi 488 sekolah pada 2024/2025.

Sedangkan SMK negeri tercatat berjumlah 73 sekolah dan jumlah tersebut tidak mengalami perubahan selama dua tahun ajaran terakhir.

Dominasi sekolah swasta menandakan bahwa sektor non-pemerintah masih menjadi tulang punggung dalam menyediakan akses pendidikan kejuruan di ibu kota.

Hal ini juga mencerminkan besarnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikan vokasi sebagai jalur strategis untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai di berbagai bidang.

Peningkatan jumlah sekolah, terutama di wilayah-wilayah dengan kepadatan tinggi, menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong pemerataan kualitas pembelajaran vokasi.

Dengan semakin banyaknya sekolah SMK, para lulusan diharapkan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi kota.

Pemerintah daerah bersama dengan pihak swasta diharapkan terus menjaga momentum ini dengan memastikan kualitas pendidikan, ketersediaan fasilitas penunjang, serta keterhubungan antara kurikulum dengan kebutuhan dunia industri.

Pendidikan kejuruan yang berkembang tidak hanya soal angka, tetapi juga kesiapan membentuk lulusan yang berdaya saing tinggi. (*)

Editor : Gregorius Mokalu
#Jakarta #vokasi #SMK #Pendidikan #jumlah