MANADOPOST.ID- Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan di Provinsi Jawa Barat mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat tahun 2025, jumlah rumah sakit yang tersebar di desa/kelurahan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat meningkat dari 309 unit pada 2020 menjadi 346 unit pada tahun 2024.
Peningkatan ini menggambarkan upaya nyata dari pemerintah daerah dalam memperluas cakupan sarana kesehatan agar lebih merata di seluruh wilayah. Daerah-daerah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi maupun wilayah pinggiran menjadi target utama dalam pemerataan pembangunan rumah sakit.
Kota Bekasi menjadi daerah dengan jumlah rumah sakit terbanyak pada tahun 2024, yaitu 28 unit, disusul oleh Kota Depok dengan 21 unit, dan Kabupaten Bogor dengan 29 unit. Ketiga wilayah ini mencerminkan kebutuhan fasilitas kesehatan yang tinggi seiring dengan tingkat urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang pesat.
Di sisi lain, wilayah seperti Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar masih tercatat memiliki hanya 1 unit rumah sakit, kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian lebih lanjut agar fasilitas kesehatan bisa diakses merata oleh seluruh masyarakat.
Peningkatan jumlah rumah sakit juga tampak di berbagai kabupaten lainnya. Kabupaten Garut misalnya, menambah fasilitas dari 8 unit di tahun 2020 menjadi 10 unit di 2024. Sementara Kabupaten Subang kini memiliki 10 rumah sakit, naik dari 6 unit pada 2020. Kabupaten Karawang juga mengalami peningkatan dari 9 menjadi 13 unit rumah sakit selama lima tahun terakhir.
Berdasarkan akumulasi keseluruhan, jumlah rumah sakit di Provinsi Jawa Barat bertambah sebanyak 37 unit dari 2020 hingga 2024. Data ini menjadi bukti bahwa infrastruktur kesehatan di Jawa Barat terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah dijangkau.
Upaya ini penting dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang tanggap, terutama di masa pascapandemi ketika kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses layanan medis meningkat drastis. Pemerintah daerah pun terus diarahkan untuk tidak hanya menambah jumlah fasilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan rumah sakit di setiap kabupaten dan kota.
Editor : Clavel Lukas