Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tren Penempatan PMI Gorontalo Menguat, Negara Tujuan Kian Beragam

Pratama Karamoy • Jumat, 9 Mei 2025 | 08:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Provinsi Gorontalo menunjukkan peningkatan dinamika dalam sektor migrasi tenaga kerja internasional. Sepanjang tahun 2024, tercatat 25 layanan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gorontalo ke berbagai negara. Jumlah ini naik dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 20 layanan di 2023, setelah mencatat 24 layanan pada 2022.

Data ini dirilis oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan menggambarkan aktivitas pelayanan resmi dalam proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Ini berarti satu orang bisa memiliki lebih dari satu layanan, atau sebaliknya, satu layanan bisa mewakili lebih dari satu pekerja tergantung konteks administrasi.

Photo
Photo

Arab Saudi, Hong Kong, dan Jepang Dominasi Penempatan

Dari catatan layanan tahun 2024, Arab Saudi menjadi negara dengan layanan penempatan terbanyak (6 layanan), diikuti oleh Hong Kong (5 layanan) dan Jepang (3 layanan). Pola ini konsisten dengan tren tahun-tahun sebelumnya, di mana kawasan Timur Tengah dan Asia Timur menjadi magnet dominan bagi tenaga kerja dari Gorontalo.

Negara-negara ini umumnya menyerap tenaga kerja di sektor domestik, perawatan, maupun sektor manufaktur — menunjukkan keterkaitan antara kebutuhan pasar luar negeri dan kesiapan tenaga kerja Indonesia.

Negara Tujuan Baru Muncul: Zambia, Kuwait, dan Jerman

Tahun 2024 juga mencatat ekspansi wilayah layanan ke tiga negara baru: Zambia, Kuwait, dan Jerman, masing-masing dengan 1 layanan penempatan. Ini merupakan kemajuan yang mencerminkan mulai terbukanya akses PMI Gorontalo ke negara-negara di luar jalur tradisional seperti Asia Timur dan Timur Tengah.

Langkah ini menunjukkan kemungkinan adanya permintaan tenaga kerja di sektor non-tradisional, atau peningkatan kualitas dan sertifikasi PMI yang memungkinkan mereka bersaing di pasar negara-negara maju.

Baca Juga: Bekerja atau Menganggur? Yuk Simak Potret Ketenagakerjaan di Gorontalo

Fluktuasi Tiga Tahun: Perlu Evaluasi Strategis

Jumlah layanan penempatan yang fluktuatif, ada 24 di tahun 2022, turun menjadi 20 di 2023, lalu naik ke 25 di 2024, mencerminkan dinamika berbagai faktor: kebijakan luar negeri, kesiapan administratif, permintaan tenaga kerja global, hingga dampak pandemi yang masih terasa secara tidak langsung.

Evaluasi menyeluruh terhadap skema pelatihan, literasi migrasi, dan kolaborasi lintas lembaga menjadi penting agar tren positif ini dapat terus dijaga dan diperluas.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Manado Post #Gorontalo