Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tren Positif Pendidikan di Jakarta, Partisipasi Meningkat di Semua Jenjang pada 2024

Deiby Rotinsulu • Sabtu, 10 Mei 2025 | 10:43 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi.

MANADOPOST.ID– Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap tren menggembirakan dalam dunia pendidikan di DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun ajaran 2023–2024, tercatat bahwa Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) di seluruh jenjang pendidikan mengalami peningkatan.

Pada jenjang Sekolah Dasar (SD/MI), APM tercatat hampir menyentuh angka maksimal, yakni sebesar 98,39% pada 2024.

Meskipun sedikit menurun dari tahun sebelumnya (98,44%), angka ini tetap menunjukkan bahwa hampir seluruh anak usia sekolah dasar di Jakarta telah mengakses pendidikan sesuai kelompok usianya.

Sementara itu, APK di jenjang yang sama naik dari 103,65% menjadi 102,49%.

APK yang melebihi 100% mengindikasikan keberadaan siswa yang bersekolah tidak dalam rentang usia ideal, baik lebih muda maupun lebih tua, yang tetap aktif mengikuti proses pembelajaran.

Peningkatan yang lebih signifikan terjadi pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs).

APM naik dari 84,95% pada 2023 menjadi 86,67% pada 2024, menunjukkan bahwa proporsi anak usia ideal yang mengikuti pendidikan di tingkat ini makin meningkat.

APK pun ikut naik dari 95,78% menjadi 98,63%.

Angka ini mencerminkan membaiknya keberlanjutan pendidikan setelah tingkat sekolah dasar serta berkurangnya angka putus sekolah di kalangan remaja awal.

Lebih lanjut, data pada jenjang Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK/MA) menunjukkan lonjakan yang paling signifikan dibandingkan jenjang lainnya.

APM meningkat dari 60,81% pada 2023 menjadi 64,85% di 2024.

Sementara itu, APK meningkat dari 77,40% menjadi 79,52%.

Meski capaian APM di jenjang ini belum sebanding dengan SD dan SMP, tren kenaikan yang konsisten mencerminkan adanya perbaikan akses pendidikan di kalangan remaja usia 16–18 tahun yang sebelumnya menjadi kelompok rentan terhadap putus sekolah karena faktor ekonomi maupun sosial.

Peningkatan partisipasi pendidikan ini dapat dikaitkan dengan berbagai faktor pendukung, seperti makin luasnya akses terhadap fasilitas pendidikan, adanya bantuan operasional sekolah, peningkatan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan, serta integrasi sistem zonasi yang merata. Di sisi lain, perkembangan infrastruktur digital dan pembelajaran daring yang kian mapan pasca-pandemi juga turut membantu menjangkau siswa-siswi yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan secara fisik.

Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran bahwa DKI Jakarta terus bergerak ke arah yang positif dalam hal pembangunan manusia melalui pendidikan.

Keberhasilan ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi modal utama untuk kemajuan kota dan bangsa.

Dengan mempertahankan dan memperluas capaian ini, harapannya Jakarta bukan hanya menjadi kota maju dari segi infrastruktur, tetapi juga sebagai pusat pengembangan pendidikan dan kecerdasan anak bangsa yang inklusif dan berkeadilan. (*)

Editor : Gregorius Mokalu
#Jakarta #Positif #tren #Pendidikan