MANADOPOST.ID - Provinsi Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan keragaman budaya dan agamanya, tetapi juga dengan risiko bencana alam yang masih tinggi.
Jawa Timur juga harus menghadapi ancaman bencana alam. Selama tahun 2024, tercatat total 251 kejadian bencana alam yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Bencana yang paling sering terjadi adalah tanah longsor (86 kejadian), angin puting beliung (104 kejadian), dan banjir (45 kejadian).
Rincian jumlah kejadian bencana di Jawa Timur tahun 2024 adalah sebagai berikut:
Gempa Bumi: 8 kejadian
Gempa Bumi dan Tsunami: 0
Letusan Gunung Api: 11 kejadian
Tanah Longsor: 86 kejadian
Banjir: 45 kejadian
Kekeringan: 12 kejadian
Kebakaran Hutan dan Lahan: 104 kejadian
Angin Puting Beliung: 83 kejadian
Gelombang Pasang/Abrasi: 0 kejadian
Kabupaten/kota dengan frekuensi kejadian tertinggi:
Blitar: 12 kejadian angin puting beliung, 11 kebakaran hutan dan lahan, 3 kekeringan
Probolinggo: 10 kebakaran hutan dan lahan, 7 angin puting beliung
Lumajang: 9 angin puting beliung, 2 tanah longsor, 1 gempa bumi dan letusan
Jember: 9 angin puting beliung, 4 kebakaran, 2 tanah longsor
Ngawi: 4 angin puting beliung, 2 kekeringan
Sementara itu, wilayah seperti Surabaya, Sumenep, Bangkalan, dan Kota Batu cenderung minim atau bahkan nihil kejadian bencana sepanjang tahun lalu.
Data ini menunjukkan pentingnya pembangunan infrastruktur keagamaan yang aman dari risiko bencana.
Selain itu, edukasi masyarakat dan peningkatan sistem peringatan dini menjadi hal yang krusial agar kejadian bencana tidak menyebabkan korban jiwa atau kerugian besar.
Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diharapkan dapat menggunakan data ini untuk perencanaan yang lebih responsif dan berkelanjutan.
Editor : Clavel Lukas