Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jumlah Kejadian Bencana Alam di Jawa Timur Tahun 2024

Tesalonika Pontororing • Selasa, 13 Mei 2025 | 21:51 WIB
Photo
Photo
Photo
Photo

MANADOPOST.ID - Provinsi Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan keragaman budaya dan agamanya, tetapi juga dengan risiko bencana alam yang masih tinggi.

Jawa Timur juga harus menghadapi ancaman bencana alam. Selama tahun 2024, tercatat total 251 kejadian bencana alam yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Bencana yang paling sering terjadi adalah tanah longsor (86 kejadian), angin puting beliung (104 kejadian), dan banjir (45 kejadian).

Rincian jumlah kejadian bencana di Jawa Timur tahun 2024 adalah sebagai berikut:

Gempa Bumi: 8 kejadian

Gempa Bumi dan Tsunami: 0

Letusan Gunung Api: 11 kejadian

Tanah Longsor: 86 kejadian

Banjir: 45 kejadian

Kekeringan: 12 kejadian

Kebakaran Hutan dan Lahan: 104 kejadian

Angin Puting Beliung: 83 kejadian

Gelombang Pasang/Abrasi: 0 kejadian

Kabupaten/kota dengan frekuensi kejadian tertinggi:

Blitar: 12 kejadian angin puting beliung, 11 kebakaran hutan dan lahan, 3 kekeringan

Probolinggo: 10 kebakaran hutan dan lahan, 7 angin puting beliung

Lumajang: 9 angin puting beliung, 2 tanah longsor, 1 gempa bumi dan letusan

Jember: 9 angin puting beliung, 4 kebakaran, 2 tanah longsor

Ngawi: 4 angin puting beliung, 2 kekeringan

Sementara itu, wilayah seperti Surabaya, Sumenep, Bangkalan, dan Kota Batu cenderung minim atau bahkan nihil kejadian bencana sepanjang tahun lalu.

Data ini menunjukkan pentingnya pembangunan infrastruktur keagamaan yang aman dari risiko bencana.

Selain itu, edukasi masyarakat dan peningkatan sistem peringatan dini menjadi hal yang krusial agar kejadian bencana tidak menyebabkan korban jiwa atau kerugian besar.

Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diharapkan dapat menggunakan data ini untuk perencanaan yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Editor : Clavel Lukas
#Jatim #Bencana Alam