Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Persentase Penduduk Umur 15 Tahun ke Atas yang Merokok Tahun 2024

Alfianne Lumantow • Selasa, 13 Mei 2025 | 21:57 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID–Kebiasaan merokok masih menjadi persoalan serius di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis dalam publikasi Jawa Barat Dalam Angka 2025, tercatat bahwa sekitar 23,59% penduduk usia 35–44 tahun di Jawa Barat aktif merokok, menjadikan kelompok ini sebagai yang paling dominan dalam kebiasaan merokok sepanjang tahun 2024.

Tren merokok ternyata sudah mulai muncul sejak usia muda. Kelompok usia 15–24 tahun tercatat memiliki prevalensi merokok sebesar 14,15%, dengan angka tertinggi terdapat di Kota Tasikmalaya (16,62%) dan Kota Sukabumi (16,50%).

Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda Jawa Barat semakin rentan terhadap paparan rokok sejak dini.

Tingginya angka perokok usia produktif sangat memprihatinkan. Usia 35 sampai 44 tahun adalah usia paling aktif bekerja dan berkeluarga. Ketika kebiasaan merokok tinggi di kelompok ini, dampaknya bisa meluas, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Beberapa kabupaten juga menunjukkan angka merokok tinggi pada kelompok dewasa dan lansia. Misalnya di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Sukabumi, persentase perokok usia 45–54 tahun berada di atas 20%.

Bahkan, pada kelompok usia 65 tahun ke atas, Kota Cimahi mencatat angka 13,10%, jauh di atas rata-rata provinsi yaitu 7,66%.

Faktor budaya dan kurangnya regulasi pengendalian rokok yang tegas di ruang publik turut memperkuat tingginya prevalensi merokok. Masih banyak ruang publik yang membolehkan rokok secara bebas. Belum lagi iklan rokok yang terselubung lewat media digital.

Rata-rata tingkat merokok di seluruh Jawa Barat untuk semua kelompok umur mencapai 19,46%. Kabupaten dengan angka cukup rendah di usia muda adalah Kabupaten Kuningan dan Majalengka, masing-masing di bawah 10% untuk kelompok usia 15–24 tahun. Namun, pada kelompok usia dewasa, tren tetap meningkat.

Melalui data ini, BPS dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat berharap ada langkah nyata dari pemda, baik berupa edukasi, peningkatan layanan berhenti merokok, maupun pembatasan rokok di tempat umum. Upaya pencegahan harus dimulai dari sekolah dan keluarga

Editor : Clavel Lukas
#merokok #jabar