MANADOPOST.ID - Dunia pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren yang relatif stabil dalam dua tahun ajaran terakhir. Berdasarkan data resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, total jumlah sekolah SMA baik negeri maupun swasta di Provinsi Gorontalo tidak mengalami perubahan signifikan, tetap berjumlah 71 sekolah pada tahun ajaran 2023/2024 dan 2024/2025.
Namun, stabilitas jumlah sekolah ini tidak sepenuhnya tercermin dalam jumlah guru dan murid. Tercatat, jumlah total guru menurun dari 2.073 orang pada 2023/2024 menjadi 2.020 orang pada tahun ajaran 2024/2025. Penurunan ini juga terjadi pada jumlah murid, dari 31.646 siswa menjadi 31.284 siswa dalam kurun waktu yang sama.
Distribusi Sekolah: Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo Terbanyak
Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo menjadi dua wilayah dengan jumlah sekolah terbanyak, masing-masing memiliki total 20 dan 11 SMA. Kabupaten Gorontalo memimpin dari sisi jumlah SMA negeri (17 sekolah), sementara Kota Gorontalo mencatat dominasi sektor swasta dengan 3 sekolah swasta, menyamai jumlah di Kabupaten Gorontalo.
Sebaliknya, Kabupaten Pohuwato dan Bone Bolango masing-masing hanya memiliki 8 sekolah, dengan Kabupaten Bone Bolango menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan jumlah guru swasta dari 27 menjadi 26 orang.
Tren Guru: Berkurang di Hampir Semua Wilayah
Data menunjukkan penurunan jumlah guru terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Gorontalo yang sebelumnya menjadi penyumbang guru terbesar dengan 617 guru pada 2023/2024, namun turun menjadi 599 pada tahun ajaran berikutnya. Kota Gorontalo juga mencatat penurunan dari 377 menjadi 370 guru.
Hal ini dapat menjadi sinyal peringatan bagi pemangku kebijakan untuk mengevaluasi rekrutmen dan retensi tenaga pendidik, agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Jumlah Murid: Konsisten
Meskipun ada penurunan jumlah murid dari 31.646 menjadi 31.284, penurunan ini relatif kecil dan tidak terjadi merata. Kota Gorontalo, misalnya, justru mengalami kenaikan jumlah murid negeri dari 5.501 menjadi 5.560 siswa, menjadikannya wilayah dengan jumlah siswa SMA terbanyak di provinsi ini. Sebaliknya, Kabupaten Pohuwato dan Bone Bolango mengalami penurunan jumlah siswa, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
Menariknya, Kabupaten Gorontalo tetap menjadi wilayah dengan siswa terbanyak secara total meskipun mencatat penurunan tipis dari 10.288 menjadi 10.137 siswa.
Stabilitas jumlah sekolah tidak serta-merta menjamin kualitas pendidikan jika tidak diiringi oleh pemenuhan kebutuhan guru yang memadai dan peningkatan kualitas pembelajaran. Pemerintah daerah diharapkan lebih responsif terhadap data ini dengan merancang kebijakan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pencari Kerja di Gorontalo Tembus 12.903, Mayoritas Lulusan Apa?
Penurunan jumlah guru dan murid, meskipun tidak drastis, menjadi cerminan dinamika demografis dan sosial yang perlu dikaji lebih dalam. Apakah ini efek dari migrasi, ketimpangan kualitas antar wilayah, atau adanya pergeseran minat pendidikan ke sektor lain seperti pendidikan kejuruan atau informal?
Apa pun penyebabnya, data ini menjadi pijakan penting dalam merumuskan strategi pendidikan Gorontalo ke depannya agar tidak hanya stabil dari sisi angka, tapi juga progresif dari sisi kualitas.(pr)
Editor : Pratama Karamoy