MANADOPOST.ID— Tingkat kegemaran membaca masyarakat di DKI Jakarta pada tahun 2024 masih tergolong sedang, dengan skor rata-rata sebesar 72,19.
Data ini terungkap dalam publikasi Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2025 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Dari enam wilayah administratif di Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Timur menempati peringkat tertinggi dengan skor 79,03, menunjukkan tingkat kegemaran membaca yang cukup tinggi.
Di sisi lain, Jakarta Pusat menempati posisi terendah dengan skor 64,8.
Berikut adalah peringkat lengkap tingkat kegemaran membaca masyarakat di DKI Jakarta:
Jakarta Timur – 79,03
Jakarta Utara – 72,39
Jakarta Barat – 72,33
Kepulauan Seribu – 69,24
Jakarta Selatan – 68,42
Jakarta Pusat – 64,8
Selain itu, data juga menampilkan komponen pembentuk kegemaran membaca yang mencakup frekuensi membaca, durasi membaca, dan jumlah buku yang dibaca.
Secara umum, masyarakat DKI Jakarta membaca antara 5–6 kali per minggu, dengan durasi 1–15 menit per hari, dan hanya membaca 3–4 buku dalam setahun.
Menariknya, meskipun Jakarta Timur memiliki tingkat kegemaran tertinggi, durasi dan jumlah buku yang dibaca masih belum ideal.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas membaca sering dilakukan, kualitas bacaan dan ketekunan membaca dalam waktu lama masih menjadi tantangan utama.
Kepulauan Seribu, yang sebelumnya menempati peringkat tertinggi dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat, ternyata memiliki kegemaran membaca yang lebih rendah dari Jakarta Timur, meskipun cukup aktif secara frekuensi.
Temuan ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah dan institusi pendidikan, untuk terus mendorong budaya literasi di tengah masyarakat, tak hanya dari sisi akses, tetapi juga dari minat dan kebiasaan membaca itu sendiri. (*)
Editor : Gregorius Mokalu