MANADOPOST.ID– Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur terus menunjukkan tren peningkatan selama empat tahun terakhir, namun ketimpangan antarwilayah masih sangat mencolok.
Berdasarkan data BPS dari Jawa Timur Dalam Angka 2025, IPM provinsi ini meningkat dari 73,48 pada tahun 2021 menjadi 75,35 pada tahun 2024.
Meski demikian, jurang pembangunan antara kota dan kabupaten tetap lebar, dengan Kota Surabaya berada di puncak dan Kabupaten Sampang di dasar.
Rapor Empat Tahun Jawa Timur
Peningkatan IPM provinsi Jawa Timur selama periode 2021–2024 cukup konsisten:
Tahun 2021: 73,48
Tahun 2022: 74,05
Tahun 2023: 74,65
Tahun 2024: 75,35
Kabupaten dan Kota: Siapa Unggul, Siapa Tertinggal?
Surabaya mencatat IPM tertinggi di Jawa Timur selama empat tahun berturut-turut. Tahun 2024, kota ini mencapai IPM 85,91, disusul Kota Malang (84,68) dan Kota Kediri (81,48).
Berikut data lengkap IPM semua kabupaten dan kota di Jawa Timur tahun 2021–2024:
Kabupaten:
Pacitan: 69,45 → 70,59 → 70,84 → 71,49
Ponorogo: 70,93 → 71,71 → 71,98 → 72,47
Trenggalek: 70,40 → 71,28 → 71,66 → 72,17
Tulungagung: 73,00 → 73,74 → 74,05 → 74,51
Blitar: 71,38 → 72,23 → 72,54 → 73,07
Kediri: 73,11 → 73,63 → 74,08 → 75,13
Malang: 72,73 → 73,43 → 73,64 → 74,38
Lumajang: 69,39 → 70,00 → 70,33 → 70,85
Jember: 69,23 → 69,75 → 70,06 → 70,43
Banyuwangi: 72,90 → 73,68 → 73,97 → 74,38
Bondowoso: 67,66 → 68,43 → 68,72 → 69,23
Situbondo: 68,04 → 69,06 → 69,30 → 70,05
Probolinggo: 69,04 → 69,55 → 69,76 → 70,25
Pasuruan: 69,85 → 70,50 → 70,86 → 71,35
Sidoarjo: 78,63 → 79,35 → 79,61 → 80,26
Mojokerto: 74,09 → 74,75 → 75,10 → 75,67
Jombang: 73,03 → 73,66 → 73,98 → 74,53
Nganjuk: 71,60 → 72,28 → 72,56 → 73,12
Madiun: 74,33 → 75,11 → 75,46 → 76,01
Magetan: 73,15 → 73,91 → 74,32 → 74,91
Ngawi: 71,00 → 71,76 → 72,09 → 72,68
Bojonegoro: 70,90 → 71,56 → 71,84 → 72,37
Tuban: 71,03 → 71,74 → 72,00 → 72,63
Lamongan: 71,79 → 72,39 → 72,71 → 73,21
Gresik: 74,93 → 75,61 → 75,91 → 76,47
Bangkalan: 65,71 → 66,41 → 66,89 → 67,33
Sampang: 64,10 → 64,85 → 65,19 → 66,73
Pamekasan: 67,45 → 68,21 → 68,65 → 69,37
Sumenep: 67,90 → 68,63 → 69,10 → 69,76
Kota:
Kediri: 79,15 → 80,12 → 80,87 → 81,48
Blitar: 78,01 → 78,95 → 79,66 → 80,23
Malang: 82,77 → 83,56 → 84,21 → 84,68
Probolinggo: 74,21 → 75,14 → 75,81 → 76,50
Pasuruan: 74,33 → 75,31 → 75,88 → 76,44
Mojokerto: 79,22 → 80,10 → 80,86 → 81,39
Madiun: 82,41 → 83,29 → 83,97 → 84,50
Surabaya: 83,94 → 84,83 → 85,57 → 85,91
Batu: 78,43 → 79,07 → 79,60 → 80,16
Ketimpangan yang Perlu Diatasi
Meskipun hampir seluruh kabupaten/kota mengalami peningkatan IPM, selisih antara daerah dengan IPM tertinggi dan terendah tetap besar. Tahun 2024, selisih antara Surabaya (85,91) dan Sampang (66,73) mencapai 19,18 poin, menunjukkan adanya tantangan besar dalam pemerataan pembangunan.
Peningkatan IPM dipengaruhi oleh tiga dimensi utama: pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Surabaya, Malang, dan kota-kota besar lain menunjukkan keberhasilan dalam ketiganya, sementara daerah seperti Sampang dan Bangkalan masih berkutat dengan keterbatasan akses pendidikan dan fasilitas kesehatan yang memadai.
Arah Kebijakan ke Depan
Pemerintah provinsi diharapkan memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah dengan IPM rendah. Program afirmatif dalam bentuk peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, serta penciptaan lapangan kerja di daerah tertinggal, menjadi krusial untuk mengejar ketertinggalan.
Upaya penanggulangan ketimpangan pembangunan ini juga penting dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur. Tanpa intervensi strategis, ketimpangan ini dapat menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan inklusif di masa depan.
Editor : Clavel Lukas