MANADOPOST.ID - Dalam upaya pemerataan pendidikan dasar, Provinsi Gorontalo menunjukkan capaian positif. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, jumlah desa dan kelurahan yang memiliki fasilitas sekolah dasar (SD) mencapai angka 658 pada tahun 2024, menyamai capaian tahun 2020 setelah sempat turun menjadi 655 pada tahun 2021.
Data ini menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan akses pendidikan dasar yang lebih merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota. Pendidikan dasar merupakan fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia, dan pemerataan fasilitas pendidikan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan di sektor ini.
Perkembangan Tiap Wilayah Kabupaten dan Kota
Melihat lebih dekat data per kabupaten dan kota, tren positif ditunjukkan oleh beberapa wilayah. Kabupaten Bone Bolango mengalami peningkatan jumlah desa yang memiliki fasilitas SD dari 121 pada tahun 2020 menjadi 124 pada 2024. Kabupaten Gorontalo Utara juga mencatatkan kenaikan dari 108 menjadi 110 desa selama periode yang sama.
Sementara itu, Kabupaten Pohuwato tetap konsisten dengan jumlah desa yang memiliki SD, yaitu sebanyak 100 desa pada tahun 2020 dan kembali ke angka yang sama pada 2024 setelah sempat menurun menjadi 99 pada 2021. Kabupaten Boalemo dan Kota Gorontalo juga menunjukkan stabilitas, dengan hanya fluktuasi kecil satu desa di Boalemo dan angka tetap di Kota Gorontalo sebesar 50 desa.
Namun, perhatian perlu diarahkan ke Kabupaten Gorontalo yang justru mengalami penurunan dari 197 desa pada 2020 menjadi 192 pada 2024. Penurunan ini menjadi satu-satunya catatan negatif dari sisi ketersediaan fasilitas pendidikan dasar dalam lima tahun terakhir.
Meningkatnya jumlah desa yang memiliki SD adalah sinyal positif bagi pembangunan pendidikan. Ini berarti lebih banyak anak-anak yang dapat mengakses pendidikan tanpa harus menempuh jarak jauh, sebuah kemajuan yang signifikan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Gorontalo.
Namun, meski secara keseluruhan terjadi pemulihan jumlah desa dengan SD ke angka 658, ketimpangan antarwilayah tetap perlu menjadi perhatian. Kabupaten Gorontalo sebagai wilayah dengan jumlah desa terbesar semestinya menjadi prioritas dalam program pemulihan atau penambahan fasilitas pendidikan dasar.
Baca Juga: Jumlah Sekolah SMA di Gorontalo Stabil : Ancaman atau Peluang?
Konsistensi dan kesinambungan pembangunan fasilitas pendidikan dasar di Gorontalo sangat penting. Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap wilayah yang masih kekurangan fasilitas dan menetapkan kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan untuk mengatasi kendala teknis maupun anggaran dalam membangun sarana pendidikan.
Dengan tren yang umumnya positif, upaya menuju pendidikan dasar yang inklusif dan merata di Gorontalo bukanlah hal mustahil. Namun kerja keras dan perhatian terhadap detail tetap menjadi kunci keberhasilannya.(pr)
Editor : Pratama Karamoy