Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Puskesmas Pembantu di Gorontalo Menyusut, Pemerintah Harus Bertindak?

Pratama Karamoy • Selasa, 20 Mei 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Pemerintah Provinsi Gorontalo menghadapi tantangan baru dalam sektor kesehatan. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) di provinsi ini mengalami penurunan signifikan dalam empat tahun terakhir.

Pada tahun 2020, tercatat sebanyak 242 unit Pustu tersebar di lima kabupaten dan satu kota. Namun pada 2021, jumlah ini menurun drastis menjadi 211 unit, dan stagnan di angka tersebut hingga 2024. Artinya, dalam empat tahun terakhir, Gorontalo kehilangan 31 unit Pustu, penurunan yang cukup tajam untuk sebuah fasilitas layanan kesehatan dasar yang sangat krusial, khususnya di wilayah terpencil.

Photo
Photo

Kabupaten Gorontalo Alami Penurunan Terbesar

Penurunan paling mencolok terjadi di Kabupaten Gorontalo, yang pada 2020 memiliki 98 Pustu, tetapi pada 2021 hanya menyisakan 79 unit. Tahun 2024 mencatat sedikit peningkatan menjadi 81, namun angka tersebut masih jauh di bawah data awal.

Fenomena ini menjadi sorotan karena Kabupaten Gorontalo merupakan wilayah dengan populasi dan cakupan wilayah yang luas, sehingga peran Pustu sangat vital dalam menjangkau masyarakat pedesaan.

Penurunan Juga Terjadi di Beberapa Daerah Lain

Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo Utara juga mengalami penurunan yang signifikan:

Penurunan ini bisa menjadi sinyal menurunnya kapasitas pelayanan kesehatan di daerah perbatasan dan pedalaman, yang sebelumnya sangat bergantung pada Pustu.

Daerah Stabil dan Tambah Unit

Di sisi lain, ada beberapa wilayah yang menunjukkan stabilitas bahkan sedikit peningkatan:

Stabilnya jumlah Pustu di kota bisa diartikan sebagai konsistensi pelayanan di wilayah yang lebih padat dan mudah dijangkau. Sementara penambahan di Boalemo dan Bone Bolango menunjukkan masih adanya komitmen lokal terhadap pemerataan layanan kesehatan.

Baca Juga: Layanan Bersalin di Gorontalo Terpusat di Kota, Bagaimana dengan Desa?

Mengapa Pustu Masih Penting?

Puskesmas Pembantu merupakan perpanjangan layanan dari Puskesmas induk. Di daerah pedesaan, keberadaan Pustu seringkali menjadi satu-satunya akses layanan kesehatan terdekat bagi masyarakat, terutama untuk pelayanan ibu dan anak, imunisasi, serta pengobatan ringan.

Maka, menurunnya jumlah Pustu patut menjadi perhatian serius. Apakah ini karena efisiensi, alih fungsi, atau keterbatasan sumber daya?

Dengan stagnasi di angka 211 unit Pustu sejak 2021, Pemerintah Provinsi Gorontalo perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Apakah layanan yang sebelumnya dijalankan oleh Pustu telah dialihkan ke fasilitas lain? Apakah masyarakat di daerah-daerah yang kehilangan Pustu masih dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah?

Transparansi dan komunikasi menjadi penting agar masyarakat tetap percaya terhadap pelayanan publik. Sebab, angka-angka ini bukan sekadar statistik — melainkan wajah nyata dari akses kesehatan masyarakat.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Manado Post #Gorontalo