Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Data BPS, Tahun 2024 Tak Ada Satu Pun Rumah Sakit Bersalin di Jawa Tengah

Fandy Gerungan • Selasa, 20 Mei 2025 | 09:37 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID--Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur kesehatan di berbagai wilayah Indonesia, ada satu ironi yang diam-diam terjadi di Jawa Tengah. Saat jumlah rumah sakit umum mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, justru rumah sakit bersalin fasilitas yang sangat krusial bagi perempuan hamil dan bayi yang akan lahir mengalami penurunan drastis, bahkan nyaris menghilang.

Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat bahwa pada tahun 2020 masih ada 13 rumah sakit bersalin yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Tahun berikutnya, 2021, jumlah itu tetap di angka 13.

Namun yang mengejutkan, pada tahun 2024, tidak satu pun rumah sakit bersalin tercatat dalam laporan tersebut. Angka yang menghilang begitu saja ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana perginya rumah sakit bersalin di Jawa Tengah?.

Beberapa daerah yang dulunya memiliki rumah sakit bersalin kini tak lagi mencatatkannya. Contohnya adalah:

Tegal, yang di tahun 2020 dan 2021 memiliki 8 rumah sakit bersalin, kini tidak mencatat satupun. Jepara, Grobogan, dan Sragen yang masing-masing memiliki 2 rumah sakit bersalin di tahun 2020 kini juga nihil.

Bahkan daerah seperti Wonogiri dan Sukoharjo yang masih memiliki 1 rumah sakit bersalin di tahun 2020, juga tidak lagi mencatatkan keberadaannya di tahun 2024.

Fenomena ini tidak terjadi karena stagnasi pembangunan semata, tapi justru di tengah tren naiknya total jumlah rumah sakit umum di Jawa Tengah, yang melonjak dari 281 pada tahun 2020 menjadi 317 pada tahun 2024. Artinya, pembangunan fasilitas kesehatan tetap berjalan, tapi fokusnya tampaknya bergeser ke arah rumah sakit umum saja.

Menghilangnya rumah sakit bersalin bukan sekadar perubahan angka di tabel statistik. Ini bisa menjadi cermin nyata dari menyempitnya akses layanan kesehatan spesifik bagi ibu dan bayi.

Terutama di daerah pedesaan, di mana akses ke fasilitas kesehatan seringkali terbatas, keberadaan rumah sakit bersalin sangat penting untuk memberikan pelayanan kehamilan, persalinan yang aman, serta perawatan pasca-melahirkan.

Jika rumah sakit bersalin tidak lagi tersedia secara khusus, maka masyarakat terutama perempuan yang tengah mengandung terpaksa harus bergantung pada rumah sakit umum yang mungkin saja tidak memiliki layanan persalinan yang optimal atau penuh sesak oleh pasien lain.

Risiko keterlambatan penanganan, perjalanan panjang menuju fasilitas yang memadai, hingga kematian ibu dan bayi saat proses persalinan bisa meningkat jika kondisi ini dibiarkan terus berlanjut.

Ada beberapa kemungkinan penyebab menghilangnya rumah sakit bersalin dari data 2024. Salah satunya adalah alih fungsi rumah sakit bersalin menjadi bagian dari rumah sakit umum, sehingga mereka tak lagi diklasifikasikan secara khusus.

Kemungkinan lain adalah penutupan karena minimnya pendanaan atau pasien, terutama jika layanan tersebut tidak dianggap cukup “efisien” secara ekonomi oleh pengelola.

Namun apa pun alasannya, kenyataan bahwa kategori rumah sakit bersalin benar-benar kosong di tahun 2024 menunjukkan adanya penurunan perhatian terhadap kebutuhan spesifik perempuan dan anak dalam sistem kesehatan kita.

Di tengah berbagai kemajuan pembangunan, perhatian terhadap kebutuhan dasar seperti kesehatan ibu dan anak seharusnya tidak terpinggirkan. Rumah sakit bersalin bukan sekadar fasilitas medis, tapi simbol kepedulian terhadap generasi masa depan.

Pembangunan yang sehat adalah pembangunan yang inklusif—yang memperhatikan kebutuhan semua kelompok, termasuk para ibu dan bayi yang membutuhkan perhatian lebih.

Semoga ke depannya, perhatian terhadap fasilitas kelahiran kembali meningkat, demi memastikan bahwa setiap perempuan di Jawa Tengah bisa melahirkan dengan aman, nyaman, dan bermartabat. Jangan lupa bagikan artikel ini jika kamu juga peduli pada isu ini. Stay curious, and keep asking. (*)

Editor : Clavel Lukas
#jawa tengah #rumah sakit bersalin