Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Modernisasi Layanan Persalinan di Gorontalo: Bidan & Dokter Dominan

Pratama Karamoy • Rabu, 21 Mei 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Lanskap tenaga penolong persalinan di Provinsi Gorontalo memperlihatkan dinamika menarik, terutama ketika berbicara tentang peran perawat, tenaga kesehatan lainnya, serta dukun beranak/paraji. Meski jumlahnya kecil dibandingkan dokter dan bidan, data tahun 2023 dan 2024 menunjukkan keberadaan mereka tetap punya ruang tersendiri dalam pelayanan kesehatan ibu melahirkan di beberapa wilayah kabupaten/kota.

Photo
Photo

Peran Perawat Mulai Menyusut

Pada tahun 2023, perawat masih menangani 4,05% dari total persalinan di seluruh provinsi, namun angka ini menurun menjadi 3,11% pada 2024. Beberapa kabupaten bahkan tidak mencatat lagi persalinan yang ditangani oleh perawat.

Kabupaten Gorontalo mencatat angka tertinggi pada tahun 2023, yakni 7,72%, diikuti oleh Kota Gorontalo (5,76%) dan Gorontalo Utara (2,47%). Namun, pada 2024, tidak ada satu pun daerah yang melaporkan data persalinan oleh perawat menunjukkan kemungkinan pergeseran peran atau perubahan kebijakan pelayanan kesehatan ibu.

Kabupaten Boalemo, yang sebelumnya mencatat 1,81% persalinan oleh perawat di 2023, juga tidak memiliki data di 2024. Sementara itu, Bone Bolango dan Pohuwato tidak memiliki data sama sekali selama dua tahun terakhir.

Tenaga Kesehatan Lainnya: Hilang dari Catatan

Kategori “tenaga kesehatan lainnya” yang mungkin mencakup bidan bersertifikasi terbatas atau petugas kesehatan non-formal, tidak tercatat sama sekali baik di 2023 maupun 2024. Hal ini dapat diartikan bahwa peran tenaga kesehatan informal atau semi-formal sudah hampir tidak digunakan dalam proses persalinan resmi, atau tidak masuk dalam pelaporan formal.

Dukun Beranak Mulai Ditinggalkan

Salah satu sorotan penting adalah turunnya peran dukun beranak/paraji, yang secara historis menjadi penolong utama persalinan di daerah terpencil. Pada tahun 2023, mereka masih menangani 1,40% persalinan di tingkat provinsi, namun tidak tercatat sama sekali pada 2024.

Baca Juga: Layanan Bersalin di Gorontalo Terpusat di Kota, Bagaimana dengan Desa?

Daerah dengan persentase tertinggi untuk dukun beranak pada 2023 adalah Bone Bolango (4,76%), disusul oleh Boalemo (3,10%) dan Gorontalo Utara (2,30%). Pohuwato juga mencatat angka kecil yaitu 0,89%.

Namun pada 2024, seluruh kabupaten/kota tidak lagi melaporkan kehadiran paraji dalam proses persalinan, yang menunjukkan transisi serius ke arah layanan kesehatan yang lebih modern dan formal.

Apa Makna di Balik Angka Ini?

Transisi dari dukun beranak ke tenaga medis formal seperti dokter dan bidan mencerminkan keberhasilan kampanye pemerintah terhadap program persalinan aman dan pelayanan kesehatan terstandar. Namun demikian, hilangnya peran perawat dan tenaga kesehatan lainnya dapat menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi wilayah yang secara geografis sulit dijangkau dan minim tenaga medis spesialis.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#persalinan #Kesehatan #Manado Post #Gorontalo