Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gorontalo Bergerak Menuju Layanan Persalinan Modern

Pratama Karamoy • Rabu, 21 Mei 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Dalam dua tahun terakhir, Provinsi Gorontalo menunjukkan pergeseran signifikan dalam pola bantuan persalinan terhadap perempuan yang pernah kawin dan melahirkan anak hidup dalam dua tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa tenaga profesional seperti dokter kandungan dan bidan semakin dominan, sementara tenaga non-profesional seperti perawat dan dukun beranak mulai tersingkir, bahkan tak tercatat pada 2024.

Dokter Kandungan dan Bidan Jadi Penolong Utama Persalinan

Bidan tetap menjadi penolong persalinan terbanyak secara keseluruhan di Provinsi Gorontalo. Angka keterlibatan bidan meningkat dari 41,56 persen pada 2023 menjadi 47,07 persen di 2024. Kabupaten Pohuwato mencatat persentase tertinggi di antara wilayah lainnya, yaitu 62,17 persen pada 2024.

Di sisi lain, peran dokter kandungan menunjukkan dinamika yang menarik. Meski secara provinsi menurun dari 50,38 persen menjadi 46,97 persen, namun di beberapa wilayah seperti Kota Gorontalo justru terjadi lonjakan signifikan. Pada 2023, 65,96 persen persalinan di kota ini ditangani dokter kandungan, dan meningkat tajam menjadi 82,31 persen pada 2024.

Peran dokter umum tetap kecil, dengan angka tertinggi di Kabupaten Gorontalo (4,53 persen pada 2023). Namun secara keseluruhan, proporsi dokter umum sebagai penolong persalinan di tingkat provinsi turun dari 2,61 persen menjadi hanya 1,18 persen di 2024.

Peran Perawat Terus Menurun

Salah satu hal yang paling menonjol dari data ini adalah merosotnya peran perawat sebagai penolong persalinan. Pada 2023, secara provinsi, perawat masih menangani 4,05 persen persalinan. Kabupaten Gorontalo mencatat angka tertinggi, yaitu 7,72 persen, disusul oleh Kota Gorontalo (5,76 persen). Namun pada 2024, angka ini menurun menjadi 3,11 persen secara provinsi. Beberapa wilayah seperti Pohuwato dan Bone Bolango bahkan tidak mencatat peran perawat sama sekali pada 2024.

Baca Juga: Layanan Bersalin di Gorontalo Terpusat di Kota, Bagaimana dengan Desa?

Dukun Beranak Menghilang dari Catatan Statistik

Perubahan mencolok juga terlihat pada peran dukun beranak. Jika pada 2023 mereka masih menangani 1,40 persen persalinan secara provinsi, maka pada 2024 tidak satu pun kabupaten/kota mencatat keberadaan mereka dalam proses kelahiran. Kabupaten Bone Bolango sebelumnya mencatatkan 4,76 persen persalinan yang ditangani oleh dukun beranak, namun angka ini hilang total setahun kemudian.

Fenomena ini menandakan pergeseran besar dalam persepsi dan preferensi masyarakat terhadap pelayanan persalinan. Kepercayaan terhadap tenaga tradisional tampaknya mulai tergeser oleh layanan medis formal yang dianggap lebih aman dan terstandarisasi.

Ketimpangan Wilayah Masih Terjadi

Meskipun terjadi peningkatan layanan oleh tenaga kesehatan profesional, ketimpangan antarwilayah masih menjadi catatan penting. Beberapa kabupaten seperti Gorontalo Utara dan Pohuwato masih sangat bergantung pada bidan dan memiliki tingkat kehadiran dokter kandungan yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa persebaran dokter spesialis belum merata dan fasilitas kesehatan modern masih terpusat di kota.

Kota Gorontalo menjadi contoh ekstrem dari dominasi layanan medis spesialis. Di kota ini, lebih dari 80 persen persalinan ditangani oleh dokter kandungan, sementara peran bidan dan tenaga lainnya menurun drastis.

Kesimpulan: Modernisasi Layanan Persalinan Berjalan, Tapi Belum Merata

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa Provinsi Gorontalo sedang mengalami modernisasi layanan persalinan yang cukup signifikan. Peran dokter dan bidan semakin dominan, sementara tenaga tradisional dan semi-profesional mulai menghilang dari peta layanan persalinan.

Namun modernisasi ini perlu diiringi dengan pemerataan akses dan peningkatan infrastruktur kesehatan, terutama di wilayah pedesaan. Tanpa itu, ketimpangan akan terus terjadi, dan sebagian masyarakat masih akan sulit menjangkau layanan persalinan yang aman dan berkualitas.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Kesehatan #medis #Manado Post #Gorontalo