MANADOPOST.ID— Berdasarkan data terbaru tahun 2023, wilayah Jakarta Timur mencatat jumlah anggota polisi terbanyak dibandingkan seluruh wilayah administratif di Provinsi DKI Jakarta.
Dengan total 1.320 personel kepolisian, Jakarta Timur unggul baik dari sisi kuantitas personel maupun jumlah kantor polisi yang tersedia.
Dari keseluruhan anggota tersebut, 1.264 merupakan polisi laki-laki, sedangkan 56 lainnya adalah polisi perempuan.
Jumlah ini menunjukkan komposisi yang cukup dominan oleh anggota laki-laki, sejalan dengan tren umum struktur kepolisian di tingkat nasional.
Jakarta Timur juga tercatat memiliki jumlah kantor polisi terbanyak, yakni 46 unit.
Struktur ini terdiri dari 1 kepolisian resor (Polres), 3 kepolisian sektor (Polsek) setingkat Polres, dan 42 Polsek biasa.
Infrastruktur yang memadai ini dipandang sebagai respons terhadap tingginya dinamika sosial dan kepadatan penduduk di wilayah tersebut.
Di urutan kedua, Jakarta Selatan memiliki 1.269 personel kepolisian, dengan rincian 1.203 laki-laki dan 66 perempuan.
Jumlah kantor polisi di wilayah ini tercatat sebanyak 42 unit, sedikit lebih rendah dibandingkan Jakarta Timur, namun tetap menempati posisi strategis dalam pengamanan wilayah selatan ibu kota.
Sementara itu, wilayah Kepulauan Seribu mencatat jumlah yang paling sedikit.
Hanya terdapat 374 anggota polisi yang bertugas di sana, terdiri dari 366 laki-laki dan 8 perempuan.
Dengan luas wilayah yang terbagi dalam pulau-pulau kecil serta kepadatan penduduk yang relatif rendah, Kepulauan Seribu hanya memiliki 9 kantor polisi, yang terdiri atas 1 Polres dan 8 Polsek.
Distribusi jumlah polisi dan kantor polisi ini mencerminkan kebutuhan yang berbeda di setiap wilayah.
Wilayah dengan tingkat kepadatan dan mobilitas masyarakat yang tinggi, seperti Jakarta Timur, memerlukan lebih banyak personel dan fasilitas pengamanan untuk mendukung stabilitas dan ketertiban umum.
Sebaliknya, wilayah dengan karakter geografis dan kepadatan rendah seperti Kepulauan Seribu, memiliki kebutuhan yang berbeda dalam struktur keamanan.
Pemetaan ini juga menjadi gambaran awal dalam melihat kesiapan aparat kepolisian menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berkembang dari waktu ke waktu.
Semakin optimal jumlah dan penyebaran anggota polisi, maka semakin besar pula peluang terwujudnya rasa aman bagi masyarakat yang dilayani. (*)
Editor : Gregorius Mokalu