Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jumlah Kejadian Bancana Alam di Jawa Barat Tahun 2024

Alfianne Lumantow • Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:25 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID--Sepanjang tahun 2024, Provinsi Jawa Barat mencatat setidaknya 56 kejadian bencana alam yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, dengan tanah longsor menjadi bencana paling dominan berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat. Dari total tersebut, sebanyak 50 kejadian merupakan tanah longsor, dan 6 lainnya adalah gempa bumi.

Dua wilayah yang paling sering dilanda bencana adalah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Di wilayah tersebut mencata 14 kasus tanah longsor dan 3 gempa bumi. Kondisi geografis yang berbukit serta curah hujan yang tinggi menjadikan Bogor sangat rentan terhadap longsor, terutama saat musim hujan.

Sementara itu, Kabupaten Sukabumi juga mencatat jumlah yang tinggi, yaitu 8 kejadian tanah longsor dan 3 gempa bumi. Longsor sering terjadi di kawasan perbukitan yang memiliki pemukiman padat. 

Kabupaten lainnya yang juga mengalami bencana signifikan termasuk Cianjur, Garut, dan Bandung Barat. Tanah longsor juga dilaporkan terjadi di 17 kabupaten/kota, menunjukkan sebaran risiko yang cukup merata di wilayah ini. Di sisi lain, tidak tercatat kejadian tsunami maupun letusan gunung api pada tahun 2024.

Menariknya, wilayah-wilayah kota seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kota Depok memiliki angka kejadian bencana yang lebih rendah atau bahkan nihil. Hal ini berkaitan erat dengan karakteristik geografis kota yang lebih datar serta infrastruktur mitigasi yang lebih siap.

Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat masih sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor. Diperlukan upaya terpadu dari pemerintah daerah, masyarakat, dan akademisi untuk memperkuat sistem peringatan dini, rehabilitasi kawasan rawan, serta edukasi kebencanaan secara berkelanjutan.

Editor : Clavel Lukas
#jawa barat #Bencana Alam