Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ketika Remaja Merokok & Lansia Tak Mau Berhenti: Tantangan Kesehatan Gorontalo

Pratama Karamoy • Senin, 26 Mei 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Merokok tetap menjadi kebiasaan yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Gorontalo, terutama pada kelompok usia produktif. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk usia dewasa di Gorontalo merupakan perokok aktif, dengan angka tertinggi berada pada kelompok umur 35–44 tahun.

Photo
Photo

Usia 35–44 Tahun: Dominasi Usia Perokok

Data menunjukkan bahwa kelompok usia 35–44 tahun mencatat kecenderungan merokok tertinggi, dengan rata-rata provinsi mencapai 38,45%. Ini artinya hampir 4 dari 10 orang Gorontalo di usia ini mengaku merokok dalam sebulan terakhir. Puncaknya terjadi di Kabupaten Boalemo (39,96%) dan Kabupaten Gorontalo (38,54%).

Hal ini menunjukkan bahwa perilaku merokok menguat seiring bertambahnya usia dan stabilitas sosial-ekonomi, kemungkinan dipengaruhi oleh daya beli dan stres pekerjaan yang meningkat di usia dewasa awal hingga pertengahan.

Anak Muda Tidak Ketinggalan: 1 dari 5 Remaja Merokok

Kabar yang cukup mencemaskan datang dari kelompok usia muda 15–24 tahun, di mana 19,09% penduduk usia ini di Gorontalo adalah perokok aktif. Persentase tertinggi ditemukan di Kabupaten Boalemo (27,85%) dan Kabupaten Pohuwato (20,83%).

Ini menunjukkan bahwa remaja dan pemuda masih rentan terhadap paparan rokok, baik karena faktor lingkungan, sosial, atau iklan. Meski angkanya lebih rendah dari kelompok dewasa, kehadiran perokok aktif di usia sangat muda menunjukkan bahwa intervensi preventif belum optimal.

Lansia Tetap Merokok: Kebiasaan yang Terbawa Hingga Usia 65+

Menariknya, merokok juga masih terjadi pada kelompok lansia. Data menunjukkan bahwa 26,64% penduduk Gorontalo berusia 65 tahun ke atas masih merokok. Angka tertinggi ada di Kabupaten Boalemo (35,15%) dan Kabupaten Pohuwato (32,76%).

Kebiasaan merokok yang menetap hingga usia lanjut menunjukkan adanya ketergantungan jangka panjang, serta kurangnya kesadaran atau dukungan untuk berhenti merokok di usia senja.

Kabupaten Gorontalo Utara Punya Generasi Muda Paling Rawan

Kabupaten Gorontalo Utara mencatat angka tertinggi untuk kelompok usia 25–34 tahun, dengan 41,50% dari kelompok usia tersebut merokok. Ini menjadi angka tertinggi lintas kelompok usia dan wilayah di provinsi ini, menandakan bahwa generasi muda di daerah ini sangat rentan terhadap perilaku merokok aktif.

Baca Juga: Gorontalo Bergerak Menuju Layanan Persalinan Modern

Sebagai pusat provinsi, Kota Gorontalo mencatat angka merokok yang relatif lebih rendah dibanding kabupaten lain, terutama pada kelompok lansia (20,37%) dan usia 45–54 tahun (14,78%). Meski demikian, kelompok usia 35–44 tahun tetap tinggi dengan 38,41%.

Persentase Perokok Provinsi Gorontalo (2024)

Kelompok Umur Persentase Merokok
15–24 19,09%
25–34 34,20%
35–44 38,45%
45–54 17,35%
55–64 34,17%
65+ 26,64%

Kebiasaan merokok berhubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung, paru-paru, stroke, dan kanker. Dalam jangka panjang, beban ekonomi dan kesehatan masyarakat meningkat, terutama jika kebiasaan ini dimulai sejak muda dan terus berlanjut hingga usia tua.

Tantangannya kini adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat sipil membendung laju perokok usia muda, sekaligus mendorong program berhenti merokok di usia dewasa dan lansia.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Kesehatan #Manado Post #Gorontalo #rokok