MANADOPOST.ID– Kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius di Provinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Tahun 2025, jumlah korban kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2023 mencapai 8.538 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 403 orang meninggal dunia, 1.466 mengalami luka berat, dan 6.669 luka ringan.
Angka ini menunjukkan bahwa risiko kecelakaan lalu lintas di Jakarta masih sangat tinggi dan perlu perhatian serius dari semua pihak.
Jika dilihat berdasarkan wilayah kerja kepolisian, Satlantas Wilayah Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi, yakni mencapai 3.665 orang, terdiri dari:
- 102 orang meninggal dunia
- 974 luka berat
- 2.589 luka ringan
Sementara itu, rincian jumlah korban di wilayah lain sebagai berikut:
- Subdit Bin Gakkum: 24 meninggal, 72 luka berat, 893 luka ringan – 989 korban
- Satlantas Wil. Jakarta Pusat: 16 meninggal, 120 luka berat, 740 luka ringan – 876 korban
- Satlantas Wil. Jakarta Utara: 146 meninggal, 12 luka berat, 987 luka ringan – 1.145 korban
- Satlantas Wil. Jakarta Barat: 74 meninggal, 245 luka berat, 874 luka ringan – 1.193 korban
- Satlantas Wil. Jakarta Selatan: 41 meninggal, 43 luka berat, 486 luka ringan – 570 korban
- Satlantas Wil. Kepulauan Seribu: Tidak tercatat korban
Data ini memberikan gambaran bahwa wilayah Jakarta Timur menjadi daerah paling rawan kecelakaan lalu lintas, disusul oleh Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Kondisi ini menuntut peningkatan kualitas infrastruktur jalan, pengawasan lalu lintas, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama kepolisian diharapkan dapat mengambil langkah konkret untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan menciptakan jalanan yang lebih aman bagi semua pengguna. (*)
Editor : Gregorius Mokalu